1. Roket Mariner I (1962).
Rabu, 08 Desember 2010
19 Bencana Terbesar Yang Diakibatkan Software
1. Roket Mariner I (1962).
Sabtu, 06 November 2010
Inilah Bukti Gempa-Gunung Meletus saat Bulan Purnama
INILAH.COM, Jakarta Gempa dan letusan gunung api mematikan yang terjadi di Indonesia, terbukti terjadi di sekitar bulan purnama. Termasuk Gempa Aceh pada 26 Desember 2004 juga saat purnama.
Profesor Riset Astronomi Astrofisika, LAPAN Thomas Djamaluddin menyebutkan beberapa data gempa dan gunung meletus terbesar di Indonesia, yang pelepasan energinya tampak dipicu oleh pasang maksimum bulan-matahari.
Gempa Alor pada 12 November 2004 terjadi menjelang bulan baru.
Gempa Nabire 26 November 2004 menjelang purnama.
Gempa Aceh 26 Desember 2004 saat purnama.
Gempa Simeulue 26 Februari 2005 setelah purnama.
Gempa Nias 28 Maret 2005 setelah purnama.
Gempa Mentawai 10 April 2005 saat bulan baru.
Gempa Yogya 27 Mei 2006menjelang bulan baru.
Sementara untuk letusan gunungberapi Tambora yang menelan korban 92.000 orang pada 1012 April 1815 terjadi saat bulan baru.
Krakatau yang menimbulkan korban 36.000 orang pada 26-28 Agustus 1883 terjadi ketika bulan baru.
Kelud yang menewaskan 10.000 orang pada 19 Mei 1919 terjadi saat purnama.
Papandayan dengan korban 3000 orang pada 12 Agustus 1772 terjadi saat purnama.[ito]
Bencana Alam Muncul saat Bulan Purnama?
INILAH.COM, Jakarta Bencana alam dicurigai selalu terjadi saat bulan purnama. Profesor riset LAPAN menegaskan adanya korelasi antara bulan purnama dengan kejadian bencana.
Profesor Riset Astronomi Astrofisika, LAPAN Thomas Djamaluddin menyebutkan faktor kosmogenik dari luar bumi perlu dicermati. Walau bukan pemicu utama bencana, tapi faktor kosmogenik perlu diwaspadai.
Faktor bulan telah mempengaruhi pasang surut (pasut) air laut di bumi. Padahal pasut ini sebenarnya juga dialami oleh kulit bumi. Walau gayanya relatif kecil dibandingkan gaya yang menggerakkan lempeng bumi dan bagian-bagiannya, diyakini pasut berpotensi memicu pelepasan energi yang berdampak gempa atau gunung meletus, kata Thomas.
Namun Thomas menegaskan pasut hanya sebagai pemicu pelepasan energi. Karena penumpukan energi sepenuhnya merupakan proses geologis di kulit bumi.
Walau secara statistik belum ditemukan bukti yang meyakinkan antara kaitan pasut maksimum bulan-matahari dengan kejadian gempa, tetapi beberapa gempa besar terjadi sekitar bulan purnama atau bulan baru, kata Thomas.
Namun untuk gunung meletus, secara statistik telah ditemukan sebagian besar gunung meletus terjadi sekitar bulan baru, atau bulan purnama.
Gaya yang dihasilkan pasang surut hanya bagian kecil dari gaya yang menyebabkan gempa bumi dan letusan gunung. Walau gayanya kecil, tetapi dapat memicu kejadian itu. Ilmuwan memang tidak mendapati korelasi pasang surut dengan gempa. Tetapi, hubungan antara pasang surut dan letusan gunung telah teridentifikasi, lapor Situs Survei Geologi Amerika Serikat.
Mauk dan Johnston (1973), dalam makalahnya On the Triggering of Volcanic Eruptions by Earth Tides, J. Geophys. Res 78(17), 3356-3362 melaporkan dari data 680 letusan gunung berapi besar sejak tahun 1900 di daratan, sebagian besar terjadi saat pasang maksimum.
Demikian juga data dari Stasiun Pengamat Gunung Berapi Hawaii (HVO) melaporkan dari 52 letusan sejak Januari 1832, sebagian besar yakni hampir setengahnya terjadi sekitar pasang maksimum.
Sekitar bulan baru atau bulan purnama, pasang akibat gravitasi bulan diperkuat oleh gravitasi matahari yang berada hampir satu garis. Akibatnya air laut naik lebih tinggi dari pasang biasa.
Air pasang akan makin tinggi bila posisi bulan dan matahari segaris dan jaraknya dari bumi pada posisi terdekat. Ini berpotensi menyebabkan pasang tinggi.
Bila efek pasang ini diperkuat oleh efek meteorologis akibat angin, maka gelombang pasang (rob) besar berpotensi terjadi. Sesuai dengan konfigurasi bumi-bulan-matahari, pasang maksimum di laut terjadi sekitar tengah malam atau sekitar tengah hari.[ito]
Jumat, 05 November 2010
Foto Lubang Raksasa Di Jerman
Foto Mentawai Sebelum Dan Sesudah Terjadi Tsunami
Bencana Tsunami di Kepulauan Mentawai memang cukup dahsyat. Hingga kini terhitung ada ratusan korban meninggal dan hilang. Bencana tsunami 25 Oktober 2010 ini di dahului dengan gempa bumi berkekuatan 7,7 MW (sesuai catatan USGS) pada pukul 21:42 waktu lokal.

Gempa bumi mentawai berpusat di 150 mil (240 km) sebelah barat Bengkulu. USGS awalnya melaporkan episentrum gempa bumi terjadi pada kedalaman 20.5 mil (33,0 km),tapi kemudian melaporkan bahwa kedalaman episentrum gempa pada kedalaman 8.8 mil (14,2 km) dan kemudian 12.8 mil (20,6 km). USGS juga awalnya memperkirakan magnitudo gempa 7,5 skala richter sebelum merevisi menjadi 7,7 skala richter.
Berikut adalah rekaman citra satelit sebelum dan sesudah bencana tsunami di Kepulauan Mentawai :
![]() |
| Before the tsunami (IKONOS image acquired on 23 Jul 2006) |
![]() |
| After the tsunami (GEOEYE 1 image acquired on 28 Oct 2010) |
Sumber : http://www.inigis.com/tsunami-mentawai-rekaman-citra-satelit-sebelum-dan-sesudah-bencana/
Postingan Populer
- Fakta Mengenai Onani, Manfaat & Keburukannya
- Inilah RESIKO DAN BAHAYA BERHUBUNGAN INTIM (ML) SAAT HAID
- Latihan Kegel Untuk Pria.. Tips Menahan Ejakulasi Dini
- 14 Manfaat Tidur Telanjang Bagi Pria dan Wanita
- Sejarah Onani
- Foto Seksi dan Hot Jennifer Kurniawan, Pacarnya Irfan Bachdim
- 28 Gerakan Senam Untuk Meninggikan Badan
- Boneka saingannya barbie, dijamin 100x lebih cantik
- 10 Titik Rangsangan Wanita
- Inilah Ciri-Ciri Wanita Ganas di Ranjang





