Social Icons

Pages


Tampilkan postingan dengan label Peristiwa Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa Alam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Februari 2011

Salinas Grandes – Gurun Salju Putih di Argentina

Salinas Grandes
The Salinas Grandes adalah gurun garam di Córdoba dan Santiago del Estero propinsi di Sierras dari Córdoba di Argentina . Ini Meliputi wilayah 3200 mi ² (8.290 km ²).

Ini adalah penting bagi perusahaan industri natrium dan kalium tambang. Baru-baru ini flat garam telah dieksplorasi untuk air garam lithium bawah garamnya. Analisis terbaru sampel inti tempat konsentrasi Lithium sampai dengan 1.600 ppm. Dengan perbandingan konsentrasi rata-rata di seluruh dunia adalah 1.100 ppm. Lebih signifikan, aneh semua Bolivas Salar de Uyuni juga terletak di daerah yang sama dan diperkirakan mengandung sampai 80% dari deposito lithium dunia.
Mungkin Sekilas Kalau Kita Lihat Tempat Ini Mirip Daerah Bersalju, Tapi Suhu Sebenarnya Bisa Mencapai +45 °C.

Salinas Grandes 2

Salinas Grandes 3

Salinas Grandes 4

Salinas Grandes 5

Salinas Grandes 6

Salinas Grandes 7


Kayak Tempat Bersalju Loh Gan…!:Salinas Grandes 8

Salinas Grandes 9

Dilihat Dari Jalan Rayapun Seperti Tempat Bersalju:
Salinas Grandes 10

Salinas Grandes sebenarnya adalah dasar sebuah danau kering:
Salinas Grandes 11

Air di Gurun Hanyalah Hasil dari Hujan:

Karena Sangat Panas, Air Menguap Sangat Cepat:


Mineral Dapat Mengkristal:
Salinas Grandes 12


Salinas Grandes Merupakan Tempat Tujuan Wisata yg Unik:
Salinas Grandes 13

Wisatawan Dapat Mengamati Proses Ekstrasi Garam Mineral:
Salinas Grandes 14

Wisatawan Harus Memakai Kacamata Hitam Sebagai Perlindungan dari Sinar Matahari dan Membawa Mimum, Karena Tidak Ada Air Tawar di Sini

Tidak Ada Air Tawar:
Salinas Grandes 15

Bisa Makan Siang di Sini:
Salinas Grandes 16

Kerajinan Tangan Dari Garam Oleh Penduduk Setempat:
Salinas Grandes 17

Gurun Salinas Dikelilini Oleh Pegunungan:
Salinas Grandes 18

Sumber : http://anehsemua.blogspot.com/2011/02/salinas-grandes-gurun-salju-putih-di.html#axzz1ELYnmfRI


Jumat, 08 Oktober 2010

Edward Leedskalnin, Pria Latvia yang Tahu Cara Melawan Gravitasi (Levitasi)

Banyak ilmuwan percaya bahwa dalam beberapa kasus dibutuhkan puluhan ribu pekerja untuk memindahkan batu-batu raksasa itu ke tempat konstruksi. Akan tetapi, seorang pria Latvia kecil bersikukuh bahwa struktur kuno tersebut dirakit dengan jauh lebih mudah dari yang kita bayangkan. Dengan menggunakan suatu alat bangunan rahasia yang telah ditelan jaman, ia bahkan mengaku telah menggunakan teknik-teknik tersebut pada Coral Castle (Istana Karang) yang misterius.

Seluruh batu yang berdiri tegak pada bangunan megah itu (Leedskalnin sendiri yang mengggali, memotong dan memasangnya), dibangun dengan menggunakan lempengan yang sangat besar, beberapa ada yang beratnya lebih dari 30 ton. Melalui 28 tahun bekerja seorang diri, dan hanya dengan bantuan perkakas sederhana yang dirancang sendiri oleh Edward (sebuah katrol dan rantai geret yang terbuat dari bekas tiang telepon) Coral Castle telah menjadi suatu kenyataan.
Pernahkah kawan-kawan sekalian bertanya bagaimana monumen-monumen seperti Stonehenge, Piramida Giza, benteng Sacsayhuaman dan sejumlah monumen kuno lainnya dibangun?
stonehenge
piramida giza
benteng sacsayhuaman

Bukannya memberitahu metode rahasianya, Leedskalnin malah berusaha keras melindungi rahasia pemindahan batu-batu tersebut. Banyak orang berspekulasi tentang prosesnya itu, tapi tak seorang pun mampu merekonstruksi ulang pemindahan batu-batu besar yang kelihatannya tanpa memerlukan tenaga itu. Menurut legenda yang ada, pernah pada suatu malam anak-anak mengintip Leedskalnin dan menyaksikan lempengan-lempengan batu besar itu mengambang ke udara bagaikan “balon hidrogen.”

Pada 1936, Leedskalnin ingin memindahkan seluruh bangunan tersebut ke Homestead yang tidak jauh letaknya, dan menyewa sebuah truk untuk mengangkut batu-batu itu, hanya sekali ini ia meminta bantuan orang lain.

Karena selalu berusaha melindungi rahasianya, Leedskalnin bersikeras meminta supir untuk meninggalkan truknya di tempat itu semalaman, dengan begitu ia dapat mengangkat lempeng-lempeng raksasa itu sendiri. Supir tersebut meragukan permintaannya, namun seperti yang dijanjikan pada hari berikutnya Leedskalnin telah menumpukkan batu-batu itu di atas trailer besar tersebut, dan siap untuk diangkut.

Salah satu fitur yang lebih menakjubkan dari Coral Castle adalah blok batu seberat sembilan ton yang digunakan sebagai gerbang pintu masuk istana tersebut. Leedskalnin menata batu besar ini dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga dengan dorongan lembut pun dapat dibuka dengan mudah.

Pada 1986, setelah tiga puluh tahun Leedskalnin wafat, gerbang itu harus diperbaiki dan pekerjaan itu memerlukan enam orang pekerja dengan sebuah crane (derek) seberat 20 ton untuk memindahkan lempengan batu besar itu. Namun meskipun mengerahkan ekstra otot, kelompok pekerja ini masih tidak bisa memasang gerbang itu memiliki presisi yang sama dengan sebelumnya.

Alat yang dipakai Leedskalnin secara teori dijelaskan di situs: http://www.leedskalnin.com/ tapi, berhubung saya bukan sarjana fisika, kesulitan juga memahaminya secara komprehensif. Mungkin teman-teman ada yg bisa menjelaskannya secara sederhana?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Blogger Templates