Social Icons

Pages


Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2015

Ambon, Pulau Dengan 5 Pantai Eksotis nan Indah

Indahnya pantai ambon tak perlu dipertanyakan lagi. setiap jengkal adalah pantai, setiap nada yang tertabuh adalah desir ombak, setiap angin yang berhembus adalah terpaan air laut. Setidaknya ada 5 pantai nan indah di Ambon.

Tak heran semua berkah alam tersebut banyak tertuang dalam lagu-lagu lokal yang bernuansa pantai. Misalnya satu yang cukup terkenal ini "Kupu-kupu Sepanjang Pantai" dengan barisan syair: Hari hari menjala ikan. Menjala ikan dalam muara. Hari hari mencari makan, mencari makan jual suara. Ole sioh sayang é... Rasa sayang badan é

Dan inilah kumpulan pantai indah tersebut:

1.  Pantai Natsepa
 

Hampir setiap wisatawan, baik wisatawann mancanegara maupun wisatawan Nusantara, yang datang ke Ambon berkunjung ke Pantai Natsepa. Pantai ini terbilang cukup tenang karena terhalang teluk. Banyak orang yang berkunjung ke pantai ini menghabiskan waktu mereka untuk berenang atau sekadar bermain-main di pinggir pantai.

Pantai Natsepa cukup luas. Ketika sedang surut, pantainya bertambah luas. Dalam kondisi air surut ini, pengunjung bermain sepak bola, bermain pasir, dan sebagainya. Pinggiran pantai juga cukup rimbun karena banyak ditumbuhi pohon.

Banyak pepohonan di sekitar pantai membuat pantai terasa rimbun. Para pengunjung dapat berteduh di sela-sela bermain di pantai. Hijaunya dedaunan dari pohon-pohon ini juga menciptakan pemandangan yang lebih indah. Itu karena perpaduan hijau, putih, dan biru yang serasi.

Sambil duduk-duduk di pinggir pantai, jangan lewatkan menikmati rujak natsepa yang terkenal. Di area pantai ini memang banyak penjual rujak. Buah-buahan segar seperti mangga, jambu, dan nanas yang bercampur gula merah dan kacang membuat penikmatnya ketagihan. Rujak ini dimakan dengan tusuk sate sebagai penusuk buah.

Orang Maluku yang tinggal di Ambon maupun yang merantau ke luar Maluku tidak akan lupa rujak natsepa. Setiap ke Pantai Natsepa tidak pernah melewatkan menyantap kuliner yang satu ini.



2. Pantai Liang
 
Foto: panoramio.com

Ingin melihat pantai dengan gradasi putih, hijau muda, dan biru tua dengan pasir putih yang mempesona? Silakan berkunjung ke Pantai Liang. Pantai dengan pasir putih terpanjang di Indonesia ini letaknya tidak jauh dari Pantai Natsepa.

Pantai Liang terletak di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, sekitar 35 km dari Kota Ambon. Untuk menuju ke destinasi wisata ini, pengunjung dapat menggunakan bus Trans-Amboina rute Hunimuasengan. Waktu tempuhnya sekitar 30 menit.

Di Pantai Liang ada jembatan yang menjorok ke laut. Tempat ini biasa dijadikan spot untuk mengabadikan gambar. Pantai Liang tergolong masih perawan karena belum banyak orang yang berkunjung ke sana.



3. Pantai Namalatu
 
Foto:orbionphoto

Pantai indah lainnya yang ada di Pulau Ambon adalah Pantai Namalatu. Beberapa pohon menjorok ke arah pantai, memberi kesan unik yang cantik untuk diabadikan dalam jepretan kamera.

Memang tidak seluas Pantai Liang, namun pantai ini tidak kalah menawan. Alih-alih pasir putih, Pantai Namalatu justru penuh pecahan batu karang yang berukuran sangat kecil dan berwarna putih bersih.

Gradasi warna air lautnya terbilang unik, dari putih transparan, hijau muda, hingga biru. Ombak di pantai ini terbilang lebih ramah dibandingkan Pantai Liang. Pada musim ombak, Anda masih mungkin bermain air dan berenang melepas penat.

Beberapa meter dari bibir pantai, reruntuhan bangunan terlihat sedikit menonjol dari permukaan air. Ini menjadi habitat beragam jenis ikan.



4. Pantai Santai
 
Foto:Nusaniweairlouw

Pantai yang satu ini letaknya tidak jauh dengan Pantai Namalatu. Meski letaknya bersebelahan, pantai ini memiliki karakteristik yang berbeda. Selain tidak memiliki pecahan batu karang di dasar pantai, Pantai Santai cenderung lebih landai. Jadi, kalau Anda kurang mahir berenang, akan merasa lebih nyaman berenang di sini.

Untuk pencinta diving, Pantai Santai memiliki operator diving yang siap melayani Anda. Dengan catatan, Anda harus memesan beberapa hari sebelum kedatangan.

Seperti di kebanyakan tempat menyelam di Ambon, guide penyelam tidak siap sedia setiap saat. Beberapa spot diving yang ditawarkan cukup bagus dan mudah diakses dari pantai. Waktunya hanya beberapa menit menggunakan kapal motor.



5. Pintu Kota
 
Foto:wikipedia

Wisata pantai yang terletak di Desa Latuhalat ini terkenal karena terdapat tebing yang terkikis deburan ombak bertahun-tahun sehingga menyebabkan tebing berlubang dan membentuk lorong. Uniknya lagi, ketika kita melayangkan pandangan kita melalui celah-celah lubang pada tebing tersebut, akan langsung dihadapkan hamparan Laut Banda yang terkenal.

 Pantai ini disebut Pintu Kota karena di pantai ini terdapat batu karang setinggi hampir 20 meter dengan lubang tepat di tengahnya. Ini menyerupai pintu yang terbuka.

Keunikan inilah yang membuat warga Ambon menamainya Pintu Kota. Tebing ini seakan menjadi gerbang masuk ke Kota Ambon. Berkunjung ke pantai ini tidak lengkap tanpa mengabadikan foto Anda yang tengah berpose dengan latar belakang karang tersebut. Air laut yang cenderung rendah dan tidak berombak memberi kesempatan mengambil jepretan berkali-kali.

Batu karang ini tidak hanya bisa dinikmati dari bawah. Anda juga bisa naik ke atasnya. Jalan setapak dengan beberapa belas anak tangga akan membawa Anda menyaksikan pantai ini dari sudut pandang berbeda.

Bila dari Kota Ambon, diperlukan 45 menit hingga 60 menit untuk sampai di Pintu Kota. Cukup membayar uang masuk Rp 5.000 dan uang parkir, pantai ini siap dinikmati.








 











Sumber:
shnews

Selasa, 07 Oktober 2014

7 Pesona Wisata di Rusia

Tampaknya hingga saat ini Rusia masih terasa asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Padahal, Rusia memiliki tempat-tempat wisata yang unik dan menarik untuk ditelusuri.

Rusia merupakan negara daratan terluas di dunia. Dengan luas mencapai lebih dari 17 juta km2, serta letaknya yang strategis menjadikan Rusia sebagai salah satu destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Contohnya terlihat pada 7 daftar berikut ini.

1. Poles of the Komi Republic
 
 
Tidak seorang pun tahu berapa lama Poles of the komi tercipta, yang pasti ilmuwan tahu bahwa alam telah membuat keajabaian seperti itu. Diperkirakan usianya sekitar 200 juta tahun. Tinggi batu-batu ini 42 meter.


 
2.Valley of the Geysers
 

Terletak di semenanjung Kamchattka dan terdiri dari ratusan geysers hidup. Masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.

 
3. Mother Motherland monument
 

Terletak di Mamayev Kurgan, Volgograd. Merupakan sebuah patung yang melambangkan keperkasaan dan perjuangan wanita di Rusia. Wanita juga jagoan lho. Patung ini merupakan patung tertinggi di Rusia, dan lebih tinggi daripada patung Liberty di New York.

 
4. Peterhof
 
 
Tempat ini dibangun untuk Saint Peter di awal abad ke-17 dan terletak dekat Saint-Petersburg. Dianggap sebagai tempat wisata terbaik di seluruh Rusia.

 
5. Saint Basil’s Cathedral
 

Terletak di Red Square, di samping Kremlin, St Basil's Cathedral merupakan salah satu dari lima atraksi wisata utama di Moskow. Terletak di tengah-tengah Garden Ring, sebuah jalan melingkar yang di pusat Moskow.

 

6.The Baikal Lake
 
 
Danau ini terletak di Siberia Timur dan dianggap sebagai danau terdalam di dunia serta tangki air tawar terbesar di Bumi.Danau ini berisi lebih dari 20% air tawar dunia dan lebih dari 90% air tawar Russia. dengan kedalaman 1500 meter (~ 5.000 kaki).


 
7. Elbrus
 

Gunung ini adalah titik tertinggi di Rusia dan beberapa orang percaya bahwa itu juga merupakan titik tertinggi di Eropa. Banyak wisatawan, ski dan pecinta snowboarding mengunjungi tempat ini setiap tahun. ketinggiannya mencapai 5.600 meter














Sumber:
thelowback

Senin, 06 Oktober 2014

Fenomena Gemerlap Cahaya Biru di Garis Pantai Toyama Bay

Kejenuhan dan stres dalam rutinitas pekerjaan menjadi bagian akrab bagi penduduk perkotaan. Beberapa orang biasanya akan menjadwalkan liburan untuk melepaskan penat sesaat. Nah destinasi wisata ini bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan dalam menghabiskan liburan.

Toyoma Bay di Central Japan Sea, pada malam harinya akan menghadirkan pertunjukkan langka bagi para wisatawan. Setiap tahunnya sekitar bulan Maret sampai Juni, sejumlah besar cumi bercahaya tersebar di sekitaran garis pantai dengan warna biru gemerlap sehingga membuat suasana malam disana sangat eksotis.


Firefly Squid (Watasenia scintillans), cumi berukuran 3 inci ini memancarkan cahaya untuk menarik mangsanya dan juga untuk menarik hati cumi lainnya untuk dijadikan pasangannya di musim kawin ini.

Mereka menggunakan organ pemancar cahaya khusus yang disebut photophore, yang dapat ditemukan di seluruh tubuh cumi. Mereka biasanya ditemukan 600-1200 meter di bawah laut, namun karena gelombang yang kuat selama musim ini, mereka akhirnya terbawa sampai ke garis pantai.

Musim kawin dan bertelur Firefly Squid terjadi dari Maret sampai Juni setiap tahun. Selama musim ini, jutaan cumi berkumpul di Toyama Bay untuk membuahi telur dan meletakkan telur-telur mereka di pasir.

Pada saat yang sama, banyak wisatawan berduyun-duyun datang ke pantai untuk menyaksikan pertunjukan yang langka dan luar biasa ini. Namun sayangnya, selain menjadi atraksi wisata yang populer, Firefly Squid juga biasa dijadikan santapan lezat di Toyama.


















Sumber :
whenonearth

Senin, 20 September 2010

MISTERI RINJANI PROMOSI WISATA LOMBOK


Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya.

Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.

Rinjani memiliki panaroma yang terbilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja.

Gunung Rinjani hanya merupakan salah satu dari sekian banyak obyek wisata yang terdapat di Pulau Lombok.

Salah satu upaya untuk mempromosikan wisata di Pulau Lombok ini, maka pada hari Rabu kemarin (17/03/2010) diadakan hajatan dan pemotongan tumpeng sebagai awal dimulainya pengambilan gambar sebuah Film Kolosal MISTERI RINJANI.

Tidak tangung-tanggung Dua bupati di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Bupati Lombok Barat H Zaini Arony dan Bupati Lombok Tengah H. Lalu Wiratmadja turut membintangi film kolosal MISTERI RINJANI yang diangkat dari legenda Dewi Anjani.

Produser film kolosal MISTERI RINJANI, I Made Diata kepada wartawan pada acara pemotongan tumpeng sebagai tanda dimulainya syuting perdana di Giri Menang, Lombok Barat, Rabu (17/03/2010), mengatakan dalam film kolosal pertama yang dibuat di Lombok itu Zaini Arony berperan sebagai Raja Argapura, sedangkan Lalu Wiratmadja menjadi Raja Mekkah.

Film besutan sutradara Steven dan Teddy Lau itu juga dibintangi sejumlah bintang sinetron ternama, antara lain Tessa Kaunang yang berperan sebagai permaisuri Raja Argapura (Zaini Arony) dan Gilbert Marciano berperan sebagai Raden Repatmaja (putra mahkota Kerajaan Mekkah (Lalu Wiratmadja).

Sedangkan Dewi Anjani (putri Raja Argapura) diperankan oleh Baiq Ririn Fitriana dan raja jin diperankan oleh I Wayan Gredeg, keduanya merupakan artis lokal.

Syuting perdana film kolosal MISTERI RINJANI khususnya untuk pengambilan gambar Raja Argapura (Zaini Arony) dilaksanakan Rabu (17/3) di `bencingah` Kabupaten Lombok Barat yang disulap menjadi Istana Kerajaan Argapura.

Menurut Diata pembuatan film kolosal MISTERI RINJANI sebagian besar mengambil lokasi syuting di Kabupaten Lombok Barat, antara lain di Gunung Pengsong, gua lembah Sempaga, bendungan Sedau, Gunung Jae di Kecamatan Narmada, Taman Naramada, hutan wisata Suranadi, kawasan wisata Senggigi dan taman Mayura.

Selain itu syuting juga dilakukan di Sade (kampung tradisional Sasak) dan pantai Kuta di Lombok Tengah.

Sutradara Teddy Lau mengatakan film kolosan MISTERI RINJANI diangkat dari legenda Ratu Jin Dewi Anjani yang dikenal sebagai sosok pembasmi kebatilan dan kejahatan di Gumi Sasak.
"Karena kelembutannya, putri Raja Argapura Dewi Anjani diangkat menjadi raja oleh mahluk gaib," katanya.

Film kolosal yang diperkirakan menelan dana sekitar Rp1,4 miliar ini akan memakan waktu syuting selama sebulan.

Diata mengatakan film ini didukung oleh sedikit-dikitnya 128 pemeran pembantu dan figuran yang seluruhnya merupakan masyarakat lokal.

Semoga saja Film seperti ini dapat sukses meraup penonton sehingga nantinya akan bermunculan film2 kolosal lain yang juga dapat mempromosikan ribuan obyek wisata yang tersebar di negeri Zamrud Khatulistiwa ini.

Jumat, 20 Agustus 2010

INILAH UPACARA KEMATIAN BERNILAI MILYARAN

Mabbadong
Ketidakpastian akan misteri kehidupan setelah mati, menciptakan kekhawatiran akan nasib si mati di alam baka. Di dataran tinggi Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, upaya untuk menguak misteri itu telah menciptakan sebuah prosesi religius yang begitu rumit, kompleks, dan memakan banyak tenaga serta biaya. Masyarakat Toraja menyebutnya dengan Upacara Rambu Solok.

Ritual itu dikenal sebagai upacara pengantar jenazah seseorang ke penguburan.


Meski hanya sebuah ritual kematian, penyelenggaraan upacara itu layaknya sebuah pesta besar. Sebab, puluhan ekor kerbau dan babi mesti dikorbankan dengan melibatkan massa secara kolosal dan membutuhkan dana puluhan hingga ratusan juta bahkan milyaran rupiah.

Jika mengikuti tata cara Aluk To Dolo, upacara Rambu Solok sebenarnya adalah upacara yang rumit dan kompleks. Namun, sejak masuknya agama Kristen, Katolik, dan Islam, beberapa bagian prosesi telah dihilangkan. Kini, secara umum, ada empat bagian prosesi yang masih terus dilakukan, yaitu Mapalao, penerimaan tamu, penyembelihan kerbau, dan penguburan.


Upacara Mapalao adalah ritual untuk membawa jenazah ke pusat prosesi, yaitu di rumah adat Tongkonan. Mapalao dilakukan dengan mengarak keranda jenazah dari rumah tinggal menuju Tongkonan keluarga. Di sanalah, jenazah disemayamkan sementara waktu di sebuah Lakean yang terletak di ujung Tongkonan.

Usai upacara Mapalao, keluarga menerima kedatangan para tamu untuk memberi penghormatan terakhir kepada almarhum. Bunyi lesung yang ditabuh sejumlah wanita menjadi pertanda ada tamu yang datang.

Para tamu datang dalam kelompok-kelompok keluarga dengan membawa hewan seperti kerbau dan babi untuk disumbangkan. Setiap kali rombongan tamu tiba, tuan rumah segera membawa mereka ke Lantang dan menyediakan hidangan. Di saat yang sama, alunan kidung kesedihan dari penari Renteng sengaja dilantunkan untuk menggambarkan sejarah hidup almarhum.


Proses yang agak rumit terjadi saat upacara penyembelihan kerbau. Sebab, hewan yang telah diterima keluarga, baik dari sumbangan maupun keluarga sendiri akan dihitung oleh panitia yang terdiri dari keluarga, aparat desa, dan masyarakat adat. Dalam proses ini, sering terjadi negosiasi yang alot.

Terkadang, protes datang karena ketakpuasan soal jumlah kerbau yang harus disembelih. Namun, kesepakatan akhir tetap harus terjadi, tak peduli proses negosiasi berakhir dengan protes. Di depan Tongkonan dan keranda jenazah, satu demi satu tebasan pedang para penjagal mengakhiri ajal sang kerbau.


Setelah semua rangkaian upacara telah dilewati maka saatnya dilakukan penguburan. Masyarakat Toraja mempunyai tradisi unik dalam mengubur orang yang telah mati. Penguburan tak dilakukan di tanah, tapi di goa-goa alam yang terletak di tebing-tebing pegunungan. Bahkan, mereka meyakini bahwa semakin menantang proses penguburan maka semakin tinggi pula derajat keluarga yang meninggal.

Akhirnya, sebuah prosesi penguburan yang sangat berbahaya dilakukan. Mulai dari kelincahan, keberanian, serta dorongan keyakinan spiritual. Terkadang, nyawa harus dipertaruhkan dalam proses penguburan ini. Semuanya dilakukan dengan penuh keyakinan bahwa yang diperbuat akan membahagiakan leluhur yang telah meninggal.

Berikut beberapa foto tentang ritual Rambu Solok yang saya Copy dari sini




Rombongan keluarga besar dan jenazah memasuki rante di Tongkonan Tombang, Tosapan, Kecamatan Makale, tempat terakhir almarhumah disemayamkan. Jarak yang ditempuh sekitar tiga kilometer.




Jenazah dibawa ke lakkean, tempat khusus selama upacara berlangsung, dan foto almarhumah dengan berbagai dekorasi hitam dan merah.



Babi pun diboyong ke rante untuk dipotong dan dibagi-bagikan.





Adu kerbau ikut mewarnai rangkaian upacara. Orang sering bertaruh uang dalam atraksi adu kerbau ini.

Kerbau Belang ( Tedong Bonga) yang harganya paling murah 150 juta rupiah turut disembelih

Kerbau yang disembelih dengan cara berdiri.




Daging yang dilemparkan ke berbagai arah penjuru angin, menandakan penghormatan ke seluruh wilayah tongkonan.




Ma'badong, tarian khas dalam upacara rambu solok, membuat penarinya terhanyut dalam suasana ritual

Bagaimana pun, rambu solok telah menjadi fenomena dalam kehidupan masyarakat, bahkan tidak jarang melahirkan sikap pro dan kontra. Pada satu sisi budaya ini dianggap positif. Bukan hanya dalam rangka melestarikan adat istiadat dan tradisi, tapi juga berdampak pada kehidupan keseharian masyarakat, terutama dengan kebersamaan dan kerjasama warga.

Belum lagi jika dikaitkan dengan pengembangan sektor pariwisata, karena tradisi ini dianggap sebagai salah satu sektor unggulan dan sangat potensial mendatangkan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.


Di sisi lain, kritik terhadap pelaksanaan pesta ini juga mulai berkembang. Penggunaan dana yang terkadang mencapai angka puluhan miliar dinilai oleh sebagian kalangan telah di ambang batas kewajaran, dan menciptakan budaya boros bagi masyarakat. Untuk sebagian warga, biaya pelaksanaan pesta rambu solok akan terasa sangat besar dan menjadi beban bagi mereka.

Meski demikian, mereka tetap harus melaksanakannya, dalam rangka menjaga gengsi dan popularitas. Belum lagi kewajiban untuk membayar utang bagi mereka yang telah membantunya saat pelaksanaan pesta.


Pro-kontra terhadap pelaksanaan ritual ini tentunya harus bisa disikapi secara bijak. Sebagai sebuah tradisi yang telah menjadi aset daerah tentunya kita tidak ingin budaya ini hilang. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dari segenap elemen dan pelaku pembangunan untuk menemukan formula efektif dan menguntungkan.

Di tingkat masyarakat perlu terbangun kesadaran bahwa pelaksanaan pesta yang berlebihan akan lebih banyak berimplikasi negatif dibandingkan positifnya.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Blogger Templates