Social Icons

Pages


Tampilkan postingan dengan label Zona Alkisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zona Alkisah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Januari 2011

Percakapan Bayi Dengan Yang Kuasa

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXEV9ywT-gM3qiAjffi0W05NGbclFH4_SEG5tTnVLB0zzMDjv_0kAm4Da2_hIth2rql9YKlB6C8eONIWeCvQNk-g8W9OoWHy7pRMzk1Ww-Y_2Ngv3dDrlW8W3tyNHScpvEfpGEdazV1Twe/s1600/baby3.jpg

Suatu ketika..seorang bayi siap dilahirkan ke dunia,menjelang diturunkan … Dia bertanya kepada TUHAN :

bayi : “para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi….bagaimana cara saya hidup di sana,saya begitu kecil dan lemah”

TUHAN : “aku telah memilih satu malaikat untukmu..ia akan menjaga dan mengasihimu”

bayi : “tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia”

TUHAN : “malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia”

bayi : “dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?”

TUHAN : “malaikatmu akan mengajarkan..bagaimana cara kamu berdoa”

bayi : “saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat,siapa yang akan melindungi saya”?

TUHAN : “malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun”

bayi : “tapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi”

TUHAN : “malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu”

saat itu surga begitu tenangnya…sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya

bayi : “TUHAN……….jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku nanti”?

TUHAN : “kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu…… I B U …”

kenanglah ibu yang menyayangimu..
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi…
Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..

Ingatkah engkau..ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?
Dan ingatkan engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit…

Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan..

Kembalilah…mohon maaf…pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu..

Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang,ketika ibu telah tiada…

Tak ada lagi di depan pintu yang menyambut kita…,tak ada lagi senyuman indah…tanda bahagia..
Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya..yang ada hanyalah baju yang digantung di lemarinya..
Tak ada lagi..dan tak akan ada lagi.. Yang akan meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya..
Pulang..dan kembalilah segera…peluklah ibu yang selalu menyayangimu..

Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya.. “

Rabu, 12 Januari 2011

Derita Sakaratul Maut Karena Mengutamakan Istri Dari Pada Ibunya

http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2010/10/storm2.jpg
Di zaman Rasulullah ada seorang pemuda yang bernama Alqomah, ia sangat rajin beribadat. Suatu hari ia tiba-tiba jatuh sakit yang sangat kuat, maka isterinya menyuruh orang memanggil Rasulullah dan mengatakan suaminya sakit kuat dan dalam naza sakaratul maut. Apabila berita ini sampai kepada Rasulullah, maka Rasulullah menyuruh Bilal r.a, Ali r.a, Salamam r.a dan Ammar r.a supaya pergi melihat keadaan Alqomah. Apabila mereka sampai ke rumah Alqomah, mereka terus mendapatkan Alqomah sambil membantunya membacakan kalimah La-ilaa-ha-illallah, tetapi lidah Alqomah tidak dapat menyebutnya.

Ketika para sahabat mendapati bahawa Alqomah pasti akan mati, maka mereka menyuruh Bilal r.a supaya memberitahu Rasulullah tentang keadaan Alqomah. Apabila Bilal sampai dirumah Rasulullah, maka bilal menceritakan segala hal yang berlaku kepada Alqomah. Lalu Rasulullah bertanya kepada Bilal; “Wahai Bilal apakah ayah Alqomah masih hidup?” jawab Bilal r.a, ” Tidak, ayahnya sudah meninggal, tetapi ibunya masih hidup dan sangat tua usianya”. Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata kepada Bilal; “Pergilah kamu kepada ibunya dan sampaikan salamku, dan katakan kepadanya kalau dia dapat berjalan, suruh dia datang berjumpaku, kalau dia tidak dapat berjalan katakan aku akan kerumahnya”.

Maka apabila Bilal sampai kerumah ibu Alqomah, lalu ia berkata seperti yang Rasulullah kata kepadanya, maka berkata ibu Alqomah; ” Aku lebih patut pergi berjumpa Rasulullah”. Lalu ibu Alqomah mengangkat tongkat dan terus berjalan menuju ke rumah Rasulullah. Maka bertanya Nabi s.a.w. kepada ibu Alqomah; “Terangkan kepada ku perkara yang sebenar tentang Alqomah, jika kamu berdusta nescaya akan turun wahyu kepadaku”. Berkata Nabi lagi; “Bagaimana keadaan Alqomah?”, jawab ibunya; “Ia sangat rajin beribadat, ia sembahyang, berpuasa dan sangat suka bersedekah sebanyak-banyaknya sehingga tidak diketahui banyaknya”. Bertanya Rasulullah; “Bagaimana hubungan kamu dengan dia?”, jawab ibunya; ” Aku murka kepadanya”, lalu Rasulullah bertanya; “Mengapa”, jawab ibunya; “Kerana ia patut mengutamakan aku dari isterinya, dan menurut kata-kata isterinya sehingga ia menentangku”.

Maka berkata Rasulullah; “Murka kamu itulah yang telah mengunci lidahnya dari mengucap La iilaa ha illallah”, kemudian Nabi s.a.w menyuruh Bilal mencari kayu api untuk membakar Alqomah. Apabila ibu Alqomah mendengar perintah Rasulullah lalu ia bertanya; “Wahai Rasulullah, kamu hendak membakar putera ku didepan mataku?, bagaimana hatiku dapat menerimanya”. Kemudian berkata Nabi s.a.w; “Wahai ibu Alqomah, siksa Allah itu lebih berat dan kekal, oleh itu jika kamu mahu Allah mengampunkan dosa anakmu itu, maka hendaklah kamu mengampuninya”, demi Allah yang jiwaku ditangannya, tidak akan guna sembahyangnya, sedekahnya, selagi kamu murka kepadanya”. Maka berkata ibu Alqomah sambil mengangkat kedua tangannya; “Ya Rasulullah, aku persaksikan kepada Allah dilangit dan kau Ya Rasulullah dan mereka-mereka yang hadir disini bahawa aku redha pada anakku Alqomah”.

Maka Rasulullah mengarahkan Bilal pergi melihat Alqomah sambil berkata; “Pergilah kamu wahai Bilal, lihat sama ada Alqomah dapat mengucapkan La iilaa ha illallah atau tidak”. Berkata Rasulullah lagi kepada Bilal ; “Aku khuatir kalau kalau ibu Alqomah mengucapkan itu semata-mata kerana pada aku dan bukan dari hatinya”. Maka apabila Bilal sampai di rumah Alqomah tiba-tiba terdengar suara Alqomah menyebut; “La iilaa ha illallah”. Lalu Bilal masuk sambil berkata; “Wahai semua orang yang berada disini, ketahuilah sesungguhnya murka ibunya telah menghalang Alqomah dari dapat mengucapkan kalimah La iila ha illallah, kerana redha ibunyalah maka Alqomah dapat menyebut kalimah syahadat”. Maka matilah Alqomah pada waktu sebaik saja dia mengucap.

Maka Rasulullah s.a.w pun sampai di rumah Alqomah sambil berkata; “Segeralah mandi dan kafankan”, lalu disembahyangkan oleh Nabi s.a.w. dan sesudah dikuburkan maka berkata Nabi s.a.w. sambil berdiri dekat kubur; “Hai sahabat Muhajirin dan Anshar, barang siapa yang mengutamakan isterinya daripada ibunya maka ia adalah orang yang dilaknat oleh Allah s.w.t, dan tidak diterimanya daripadanya ibadat fardhu dan sunatnya.

Keberkahan Seuntai Kalung Putri Rasul Yang Mulia

http://halim-inside.com/wp-content/uploads/2009/11/muhammad.jpg
“Kalung yang mengenyangkan orang lapar, menutupi yang telanjang dan mencukupi yang miskin serta membebaskan seorang budak”.

Seusai shalat berjamaah, Rasulullah saw duduk dan para sahabat melingkari beliau tiba-tiba datang seorang tua yang hampir saja tak berdaya menopang tubuhnya karena lapar.

Orang tua itu berkata : ” Ya Rasulallah, aku kelaparan, berilah aku makan, aku tidak punya pakaian, beri aku pakaian dan aku miskin beri aku kecukupan “. 

Rasul yang dermawan itu berkata : ” Aku tak punya apapun untukmu, akan tetapi orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan ganjarannya sama dengan orang yang melakukannya, karena itu cobalah datang ke rumah orang yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai oleh Allah dan RasulNya, tentu dia akan mendahului Allah ketimbang dirinya sendiri, pergilah ke rumah Fatimah, hai Bilal, tolong antarkan ia ke rumah Fatimah. 

Maka berangkatlah mereka ke rumah putri Rasul yang mulia Fatimah, sesampainya didepan rumah Fatimah, ia memanggil dengan suara keras : assalamu`alaikum, wahai keluarga Nabi shallallahu alaihi wa sallam, keluarga dimana Jibril as menurunkan alqur`an dari Rab semesta alam “.

Setelah menjawab salam, Fatimah bertanya : ” siapakah bapak? ” 

Ia menjawab : ” aku orang tua dari suku arab baduy, aku telah bertemu ayahmu, pemimpin umat manusia, sementara aku wahai putri Rasul, adalah orang yang tidak berpakaian, lapar dan miskin, bantulah aku, semoga Allah memberkahimu “.

Saat itu, Rasulullah dan Keluarga beliau juga sedang mengalami kesulitan yang sama, sejak tiga hari lalu mereka belum makan, Rasul pun mengetahui kondisi mereka, maka Fatimah pun mengambil kulit domba yang biasa dipakai Hasan-Husain untuk alas tidur kedunya.

” Ambillah ini, semoga bapak mendapatkan sesuatu yang lebih baik darinya ” kata Fatimah sambil memberikan kulit itu. 

Orang tua itu berkata : ” Wahai putri Nabi, aku mengadukan keadaanku yang lapar, tapi engkau hanya memberi kulit domba ini ? apa yang bisa aku perbuat dengan kulit ini? “.

Mendengar ucapan orang tua itu, Fatimah mengambil kalung yang dikenakanya dan hanya itulah satu-satunya milik yang paling berharga, diserahkanya kalung tersebut sambil berkata : ” Ambillah ini dan juallah. Semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik “.

Orang itupun menerima kalung itu dengan gembira lalu pergi ke masjid untuk menjumpai Rasulullah, sesampainya di masjid ia menigatakan kepada Rasulullah : ” Ya Rasulallah, Fatimah putrimu telah memberikan kalung ini dan ia berkata : ” Juallah kalung ini, semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik “.

Mendengar itu, Rasulullah pun menangis. Ammar pun berdiri seraya berkata : “Ya Rasulallah apakah anda mengizinkanku untuk membeli kalung itu? “. 

Rasulullah menjawab : ”Belilah wahai Ammar, sekiranya jin dan manusia ikut membelinya tentu Allah tidak akan menyiksa mereka dengan api neraka”. 

Ammar bertanya : ”Dengan harga berapa engkau akan menjual kalung itu wahai saudaraku?”.

Orang itu menjawab :”Seharga roti dan daging yang akan menghilangkan rasa laparku, selembar kain yaman yang akan menutupi auratku agar aku dapat shalat menghadap Rabbku dan satu dinar uang untuk pulang menemui keluargaku”.

Kemudian Ammar menjual bagian harta rampasan perang yang didapatkannya dari Rasulullah, tidak ada yang tersisa sedikitpun, ia berkata kepada orang arab baduy itu : “Anda akan saya beri uang 20 dinar 200 dirham, sehelai kain yaman, kendaraanku untuk mengantarkanmu sampai ke rumahmu dan rasa kenyang dari roti dan daging”.

Orang itu berkata : “Duhai, betapa pemurahnya tuan ini. Semoga Allah memberkahi anda wahai tuan yang mulia”.

Ammar mengajak orang itu ke rumahnya dan memberikan semua yang dijanjikan kepadanya. Kemudian orang itu menjumpai Nabi shallallahu alaihi wa sallam, yang kemudian berkata : ”Sudahkah anda kenyang dan berpakaian?” Orang itu berkata : “Sudah Ya Rasulallah, bahkan demi Allah, aku menjadi orang yang kaya saat ini”.

Rasulullah bersabda :”Jika demikian, balaslah Fatimah atas perbuatannya”.

Orang itu berdoa :” Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan, kami tidak mengabdi melainkan hanya pada-Mu. Ya Allah berilah kepada Fatimah hal-hal yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terbayang oleh hati manusia”.

Rasulullah mengamini doa orang itu lalu menjumpai para sahabat seraya berkata : “Sesungguhnya Allah telah memberikan hal itu kepada Fatimah di dunia, demikian itu karena aku adalah ayahnya, tidak ada seorangpun yang semisal denganku, Ali adalah suaminya, tidak ada orang yang sebanding dengannya, Allah juga memberinya Hasan dan Husain tidak ada manusia yang semisal dengan keduanya di alam ini keduanya adalah pemimpin pemuda surga”.

Diantara sahabat mulia yang hadir saat itu adalah Miqdad ibn Amr, Ammar, dan Salman radhiyallahu anhum, Rasulullah bertanya : ”Maukah aku tambah lagi?” “Mau Ya Rasulallah”. Jawab mereka singkat.

Rasulullah bersabda :”Baru saja malaikat Jibril datang padaku dan berkata : ”Jika Fatimah telah dipanggil oleh Allah dan saat di kuburnya akan ditanya, siapa Tuhanmu? 

Maka ia menjawab : Tuhanku adalah Allah, kemudian ditanya: Siapakah Nabimu? Maka ia akan menjawab : Nabiku adalah ayahku. Siapa yang berziarah kepadaku setelah wafatku seolah dia mengunjungiku pada saat hidupku dan siapa yang berziarah kepada Fatimah, seakan ia berziarah kepadaku”.

Ammar pulang ke rumahnya mengambil kalung itu lalu meneteskan minyak misik dan membungkusnya dengan kain Yaman, ia memiliki seorang budak yang bernama Sahmun yang ia beli dari ghanimah yang didapatkannya saat perang kahibar. 

Kalung itu diserahkan kepada budaknya seraya berkata : ”Berikan ini kepada Rasulullah dan engaku sendiri aku hadiahkan untuk beliau”.

Budak itupun mengambil bungkusan kalung tersebut dan membawanya kepada Rasulullah lalu menyampaikan apa yang dikatakan Ammar. Rasulullah bersabda : “Pergilah kepada Fatimah, berikan kalung itu kepadanya dan engkau menjadi miliknya”.

Datanglah budak itu menyampaikan apa yang dikatakan Rasulullah kepada Fatimah, Fatimah lalu menerima kalung itu, kemudian membebaskan Sahmun dari statusnya sebagai budak. Sahmun pun tertawa.

Fatimah bertanya :” Apa yang membuatmu tertawa ya ghulam?” 

Sahmun berkata : “Betapa besarnya keberkahan kalung ini, inilah yang membuatku tertawa. Kalung ini telah mengenyangkan orang yang lapar, memberi pakaian orang yang telanjang, menjadikan kaya orang yang miskin dan memerdekakan seorang budak, lalu kembali kepada pemiliknya”.

Oleh : Ibnu Hasan Ath-Thobari

Kamis, 25 November 2010

Bayi Dikandung Belum Lahir, Hamil Lagi

Pasangan suami istri di London yang sudah menikah 3 tahun, Todd Grovenburg (38) dan Julia Grovernburg (31), tengah berbahagia tahun ini, Julia akan melahirkan seorang bayi perempuan yang akan dinamainya Jillian. Juni lalu, calon ibu ini rutin melakukan cek ultrasound pada janinnya yang berusia 11 minggu.

Namun, betapa kagetnya dia ketika sedang melakukan cek, Julia mengetahui kalau dirinya tengah mengandung janin yang lain.

"Senang, kami merasa diberkati karena memiliki sesuatu yang sangat langka. Dan saat ini, kedua bayi dalam kondisi yang sehat," kata Julia seperti dikutip Times.

Julia mengandung bayi yang terpisah, bukan bayi kembar. Usia kandungannya 2 minggu lebih muda dari usia janin yang pertama.

Tidak seperti bayi kembar yang dikandung pada saat yang bersamaan, 2 janin tersebut merupakan hasil pembuahan embrio dalam waktu yang berlainan.

Proses kehamilan yang diketahui sebagai 'superfetasi' sangat jarang terjadi pada perempuan. Tercatat hanya 10 kasus yang mengalami hal serupa.

"Kami telah berusaha selama 3 tahun untuk mendapatkan anak dan tidak pernah terjadi apa-apa. Kami bahkan menolak melakukan in-vitro atau mengkonsumsi obat penyubur karena kami tidak ingin perkalian. Saya kira Tuhan memberikan senyuman terakhirnya," katanya.

Pasangan itu kemudian menamai jabang bayi yang berkelamin laki-laki dengan nama Hudson. Jillian diperkirakan lahir pada 24 Desember dan Hudson pada 10 Januari. Namun dokter meyakini bahwa keduanya akan lahir dapa waktu yang sama, yakni Desember.

www.igaul.com

Rela Dinikahi Pria Mana Saja Asal Biayai Pengobatan Teman

Seorang gadis di negeri tirai bambu China bersedia menikah dengan pria mana saja asal mau membiayai pengobatan teman sekelasnya yang sedang sakit. Berminat? Dan Dan, nama gadis berusia 22 tahun tersebut. Dia adalah mahasiswi sebuah universitas di Deshou, Provindi Shandong, China.

Melalui internet, dia mengumumkan Zhang Yuemei didiagnosa dokter mengidap encephalomyelitis, semacam radang otak. Yuemei juga menderita gangguan pada tulang belakang.

Menurut Dan Dan seperti dilansir ananova, Jumat (25/9/2009), keluarga Yuemei tidak punya uang untuk berobat. Sementara kesehatan teman perempuannya itu semakin memburuk.

"Orang tuanya hanya seorang petani. Mereka tidak sanggup untuk membiayai operasi yang cukup tinggi dan biaya perawatan setelahnya," tutur Dan Dan.

Dan Dan pun ingin berbuat sesuatu agar nyawa temannya itu dapat diselamatkan. Dia akan menerima lamaran pria mana pun yang bersedia menanggung biaya pengobatan Yuemei. Jumlahnya 15 ribu pundsterling atau sekitar Rp 300 juta.

Usaha yang dilakukan Dan Dan bukannya tanpa kritik. Dia dianggap memanfaatkan keadaan temannya untuk mencari pria-pria kaya. Namun, pihak Jinan Qilu Hospital, tempat Yuemei dirawat, mendukungnya.

http://www.igaul.com/

Sabtu, 20 November 2010

Foto-Foto Bekas Luka Sumiati Yang Di Siksa Majikannya Di Arab

Saat ini sumiati di rawat di rumah sakit RS Alfahd Arab Saudi untuk menjalani perawatan setelah sekujur tubuhnya luka parah disiksa oleh majikannya bahkan sampai saat ini sudah siuman dan sudah berkomunikasi dengan orangtuanya. Betapa kejamnya seorang majikan dengan memperlakukan pegawainya seperti hewan. Begitulah yang kita bayangkan seperti apa yang di rasakan sumiati saat itu.

Dengan adanya penyiksaan oleh TKI Sumiati tersebut pihak KBRI di arab saudi melayangkan nota protes keras kepada pemerintahan arab saudi untuk memproses sesuai dengan aturan hukum di arab saudi dan di hukum sesuai dengan peraturan. Dan keluarga dan kerabat saat ini bertolak ke arab saudi untuk menjenguk sumiati serta mendoakan agar cepat sembuh selama perawatan di rumah sakit arab saudi.

Nampak foto TKI Sumiati yang terluka para seharusnya pemerintah bergegas mengambil tindakan secara tegas untuk menghentikan pengiriman TKI jika memang tidak mampu melindungi hak-hak mereka dan tidak ingin ada korban selanjutnya dan jadi bahan tertawaan dunia Internasional terhadap lemahnya perlindungan terhadap mereka. Karena para TKI inilah yang merupakan pahlawan devisa bagi negara.



Detik Foto
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Blogger Templates