Social Icons

Pages


Tampilkan postingan dengan label Zona Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zona Olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Februari 2011

10 Petinju Legendaris Terbaik Sepanjang Masa

Ini 10 besar petinju sepanjang masa dipilih bukan hanya karena nama keluarga mereka tetapi juga karena supremasi mereka selama masa mereka sebagai juara.

10. George Foreman

76 W, 5 L, 68 KO - lahir 5 Januari 1949.
George Edward Foreman (lahir 10 Januari 1949 di Marshall, Texas), adalah sebagai anak yang penuh masalah dan merupakan anak putus sekolah. Pada masa remajanya, Foreman bergabung dengan program President Lyndon Johnson's Jobs Corps, dan di sanalah dia menemukan bakat terpendamnya dalam bidang olahraga tinju.

Kelak, setelah dewasa, Foreman dikenal sebagai juara dunia tinju dua kali yang dianggap sebagai salah satu petinju terbesar sepanjang sejarah. Ia pernah meraih emas di Olimpiade Meksiko 1968 dan mulai terjun ke tinju profesional pada tahun 1969.

9. Sugar Ray Leonard
36 W, 3 L, 1 D, 25 KO - lahir 17 Mei 1956.
Beliau adalah lambang seorang pejuang ilmiah dan seorang jenius di atas ring. Dia bisa masuk ke dalam pikiran lawannya untuk menimbulkan yang jabs paling serius untuk membawa mereka ke menyerah.

8. Marvin Hagler
62 W, 3 L, 2 D, 52 KO - lahir di Newark, New Jersey, 23 Mei 1954.
Karena dia merasa bahwa dia tidak menerima bayaran cukup atas prestasi, Hagler secara resmi berubah nama menjadi Marvelous Marvin Hagler. Ia secara luas dianggap sebagai salah satu middleweights terbesar sepanjang masa. Kemudian pindah ke Italia, di mana dia membuat film anggaran yang rendah

7. Archie Moore

181 W, 24 L, 9 D, 1 NC, 145 KO - 13 Desember 1913 - 9 Desember 1998.
Mencatat karir yang mengesankan, merupakan karir yang terbesar. Karirnya membentang selama empat dekade dan telah tersingkir dari salah satu pejuang besar lainnya dalam daftar top 10.

6. Roy Jones

49 W, 3 L, 38 KO - lahir 16 Januari 1969.
Pentinju Hebat yang akhirnya memilih untuk tidak lagi menjadi petinju. Jones memulai karir musik rap pada tahun 2001 dengan album yang sukses, berjudul Round Satu: Album dan debut single, "Kalian semua Lupa Pasti".

5. Joe Louis

68 W, 3 L, 54 KO - Joseph Louis Barrow lahir 13 Mei 1914-April 12, 1981
ijuluki Bomber Brown, dia dianggap salah satu yang terhebt dalam sejarah tinju. Di antara berbagai kemenangan nya Louis menciptakan dua kutipan tinju paling terkenal: "Ia dapat berjalan, tetapi ia tidak dapat menyembunyikan" dan "Setiap orang memiliki rencana sampai mereka telah menyerang."

4. Julio Cesar Chavez

104 W, 5 L, 2 D, 80 KO - Julio Cesar Chavez lahir pada tanggal 12 Juli 1962 di Ciudad Obregon, Dia adalah juara Meksiko utama sepanjang masa. Dia mulai tinju sebagai amatir pada usia enam belas tahun dan telah menghancurkan hampir semua para pejuang atas selama waktunya. Dia melanjutkan untuk berjuang selama 13 tahun dengan rekor tak bercacat.

3. Henry Armstrong

150 W, 21 L, 101 KO - Henry Jackson Jr, lahir 12 Desember 1912
adalah petinju yang menggelar tiga kejuaraan dunia pada waktu yang sama.Ini termasuk Featherweight, Lightweight, dan Welterweight crowns. Dia juga memenangkan kejuaraan kelas Welterweight lebih dari petinju lainnya.

2. Muhhamed Ali

56 W, 5 L, 37 KO - lahir Cassius Marcellus Clay Jr, 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky.
Muhammad Ali (lahir sebagai Cassius Marcellus Clay, Jr. pada (lahir di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, 17 Januari 1942; umur 68 tahun) adalah pensiunan petinju Amerika Serikat. Pada tahun 1999, Ali dianugerahi "Sportsman of the Century" oleh Sports Illustrated.Ali tiga kali menjadi Juara Dunia Tinju kelas Berat.

Ali lahir di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Namanya mengikuti nama ayahnya, Cassius Marcellus Clay, Sr. Ali kemudian mengubah namanya setelah bergabung dengan Nation of Islam dan akhirnya memeluk Islam Sunni pada tahun 1975.

1. Sugar Ray Robinson

179 W, 19 L, 6 D, 2 NC, 109 KO - lahir Walker Smith Jr, 3 Mei 1921 - April 12, 1989
Sugar Ray Robinson (lahir Walker Smith Jr., 3 Mei, 1921 – 12 April, 1989) adalah seorang petinju profesional kelahiran Ailey, Georgia, Amerika Serikat. Baru-baru ini ia dinobatkan sebagai petinju terbaik di dunia. Robinson bertanding pada kelas welterweight dan middleweight. Ia diberi penghargaan ke dalam International Boxing Hall of Fame pada tahun 1990.

sumber

Rabu, 12 Januari 2011

Cristian Gonzales, Si "Gila" Yang Taat Shalat

Headline

Eva bersyukur, selama bermain sepak bola, sang bomber tak pernah mengalami cedera serius. “Syukurlah, berkat doa-doa semua orang, Cristian nggak pernah cedera parah. Selama ini sakitnya cuma flu,” ungkapnya.

Ditanya mengenai kehidupan spiritual sang suami, Eva menjelaskan bagaimana lelaki bertinggi badan 177 cm mengikuti agama yang dianutnya.

“Saya nggak pernah memaksa Cristian masuk Islam. Dia sendiri yang tertarik,” sang istri mengawali. “Dia sama sekali nggak tahu Islam itu seperti apa. Tetapi dia selalu melihat setiap saya sholat, terus nanya, kenapa begitu, kenapa harus gitu.”

“Saya kemudian kasih tahu pelan-pelan, akhirnya dia ikut jadi muallaf. Dia sendiri yang mau,” ujar Eva yang mengenal Gonzales saat belajar Salsa di Cile tahun 1994 lalu.

Usaha Eva berlanjut hingga El Loco mendapat tawaran bermain di PSM Makassar tahun 2003. Di Indonesia, Cristian mulai mengenal Islam secara lebih luas dari penganutnya yang beragam, tak hanya sang istri.

Sang bomber akhirnya resmi menjadi Mualaf tak lama setelah menginjakkan kaki di Indonesia dan semakin taat sejak saat itu.

“Sekarang, setiap main saya selalu ingatkan dia baca Al Fatihah. Lucu juga dengar logatnya. Saya juga yang ajarin dia sholat,” lanjutnya.

Perkawinannya dengan Si Gila membuahkan empat orang buah hati, Amanda, Michael, Fernando`Alvaro dan Vanesa Gonzales.

“Saya bangga dengan dedikasinya terhadap sepak bola. Saya dan anak-anak selalu mendoakannya,” tutup Eva.

Kamis, 06 Januari 2011

Tahukah Kamu Serba-Serbi Piala AFF 2010 Kemarin?

Piala AFF 2010 telah usai. Malaysia berhak menjadi negara ASEAN keempat yang berhasil mengangkat trofi lambang supremasi sepakbola Asia tenggara setelah Thailand, Singapura dan Vietnam. Selain pesta kemenangan Harimau Malaya, beberapa catatan penting lainnya juga ditorehkan dalam hajatan di bulan penutup tahun 2010 ini.

Gelar Juara
Malaysia berhak menjadi juara setalah unggul agregat 4-2 atas Indonesia. Dalam final leg 1 di Bukit Jalil, Mohd Safee cs unggul mutlak 3-0. Kemenangan Indonesia 2-1 di Gelora Bung Karno tak cukup untuk menahan Harimau Malaya menjadi negara keempat setelah Thailand, Singapura dan Vietnam sebagai yang terbaik di Asia Tenggara.


Pemain Terbaik
Sebuah gelar hiburan jatuh kepada Indonesia. Kegagalan menjuarai ajang yang kali pertama diadakan 14 tahun silam ini terhibur dengan gelar pemain terbaik turnamen. Kapten tim Firman Utina yang gagal mengeksekusi tendangan penalti krusial dalam leg 2 final terpilih menjadi pemain terbaik. Pemain yang tak tampil 90 menit dalam final di Gelora Bung Karno tersebut berhasil menyarangkan dua gol sepanjang turnamen dan memimpin Indonesia hingga ke partai puncak.

Top Skorer
Lima gol menjadi rekor mini dalam sejarah top skorer Piala AFF. Mohd Safee bin Mohd Sali menambah tiga gol di dua laga final setelah dua golnya di semifinal menjadikan dirinya jauh meninggalkan catatan tiga gol penyerang Indonesia Cristian Gerard Alvaro Gonzalez. Mohd Safee benar-benar bermental juara saat bermain di partai-partai genting.


Rekor Penonton
Partai final leg 2 antara Indonesia melawan Malaysia disaksikan tak kurang dari 95 ribu pasang mata. Jumlah penonton ini menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan Piala AFF 2010. Gelora Bung Karano pantas bangga menjadi stadion yang membuat banyak pihak merasa takjub. Selain Simon McMahon, Alfred Riedl, Irfan Bachdim pun menyebut atmosfir suporter di Gelora Bung Karno, luar biasa.

Naturalisasi
Ajang kedelapan Piala AFF tahun ini menyuguhkan warna lain dari Asia Tenggara. Wajah-wajah Eropa dan latin banyak menghiasi pertandingan. Setelah Singapura mulai menggunakan jasa pemain asing beberapa tahun silam, kali ini Indonesia, Vietnam dan Filipina tak mau kalah. Filipina secara ekstrim menaturalisasi sembilan pemain keturunan untuk membawa prestasi gemilang. Untuk kali pertama, Filipina mampu maju ke babak semifinal.


Sinar Laser
Jika pada tahun 1998 gol bunuh diri Mursyid Efendi menjadi cerita unik Piala AFF (Piala Tiger), kali ini sinar laser menjadi topik utama. Pelakunya tak lain adalah suporter tim juara Malaysia. Oknum suporter di Bukit Jalil dua kali mengganggu lawan Malaysia Vietnam dan Indonesia. Bahkan dalam leg 1 final, pertandingan sempat dihentikan selama enam menit akibat insiden sinar laser tersebut.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Blogger Templates