Social Icons

Pages


Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Februari 2011

Meteorit Hoba, Meteorit Terbesar yang Pernah Ditemukan Di Bumi Saat Ini

Meteorit Hoba terletak di peternakan "Hoba West", tidak jauh dari Grootfontein, di Wilayah Otjozondjupa Namibia. Meteorit ini ditemukan oleh petani Jacobus Hermanus Brits saat mengolah salah satu bidang pertaniannya, tahun 1920 ketika ia membajak dengan lembu tanpa sengaja bajaknya tersangkut.

Meteorit segera digali, namun karena bentuknya begitu besar (sekitar 60 ton), jadi tidak pernah dipindahkan. Meteorit Hoba adalah meteorit terbesar yang pernah diketemukan di bumi, sebagian besar mengandung besi alami.


Meteorit Hoba diperkirakan telah mendarat kurang dari 80.000 tahun yang lalu. Anehnya, meteorit ini tidak meninggalkan kawah.

Hal ini dispekulasikan bahwa meteorit itu memasuki atmosfer bumi pada sudut yang sangat dangkal, diperlambat oleh kondisi atmosfir sekitar ke titik jatuh ke permukaan pada kecepatan terminal, sehingga tersisa utuh dan menyebabkan sedikit bekas.

Meteorit ini berukuran 8 kaki 9 inchi. Pada tahun 1920, berat meteorit diperkirakan 66 ton. Erosi, sampling ilmiah dan vandalisme telah mengurangi berat meteorit selama bertahun-tahun menjadi 60 ton. Tanda gergaji besi dapat dikenali dengan mudah di banyak tempat di permukaan meteorit.

Dalam upaya untuk mengendalikan vandalisme, meteorit Hoba dinyatakan sebagai Monumen Nasional pada tahun 1955. Namun, perusakan meteorit terus terjadi sampai Foundation Rössing mendanai restorasi secara menyeluruh dan pelestarian meteorit itu pada tahun 1988.

Di tahun itu, pusat wisata itu dibuka di situs Meteorit berada. Untuk biaya masuk yang kecil, Hoba dapat dikunjungi, disentuh dan bahkan dinaiki untuk pemotretan foto spektakuler. Meteorit Hoba sekarang dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahun.














Kondisi Hoba Sebelum Restorasi


Sekelompok ahli geologi Jerman di Hoba, kembali pada tahun 1929


Awal perjalanan mengunjungi Hoba terkena meteorit, sekitar 1955


1960 Meteorit Hoba: Foto sebelum pelestarian, 1960


Sumber :

Akankah Betelgeuse Meledak Sebelum Tahun 2012?

Setidaknya saat ini ada 3 pemberitaan dengan berita utama yang hampir sama. Beritanya menarik loh.  Dalam ketiga berita tersebut, disebutkan Bumi tak lama lagi akan memiliki “Dua Matahari”.

Ilustrasi permukaan Betelgeuse yang mendidih.
Kredit : ESO / L. Calçada

Salah satu berita menyebutkan Betelgeuse akan mendekat dan supernova mencapai Bumi sebelum tahun 2012 ketika si bintang meledak. Di berita lainnya disebutkan menurut prediksi Brad Carter, dosen fisika senior dari University of Southern Queensland, Australia, saat Betelgeuse meledak sebagai supernova ia akan sangat terang sampai-sampai malam akan menadi seperti siang hari selama satu atau dua minggu.

Nah menarik kan? Apalagi disebutkan bintang maha raksasa merah di Rasi Orion itu akan “meledak” dan tampak seperti “Matahari” akhir tahun ini. Artinya kita akan melihat “bintang terang” laksana Matahari di tahun 2012. Artinya lagi, apa ini ada kaitannya dengan isu kiamat? Oh la la…

Setelah mencoba mencari tau sumber “kredibel” (paper yang diterbitkan resmi di jurnal ataupun sumber pertama lainnya jika ini bukan hasil penelitian) dari berita tersebut, ternyata diketahui berita tersebut berasal dari salah satu media di Australia.

Dalam berita tersebut pemberitaannya tidak jauh berbeda, yakni kita akan melihat matahari lain menyinari Bumi meski hanya dalam hitungan beberapa minggu. Selain itu ditambahkan juga bahwa ketika ledakan tersebut terjadi, akan ada hujan partikel nutrino yang menghantam Bumi meskipun katanya lagi tidak berbahaya.

Pertanyaannya benarkah ? Simak yuk!

Mengenal Bintang Betelgeuse

Betelgeuse, bintang yang satu ini sangat mudah dikenali di langit malam. Ia berada di antara bintang-bintang si rasi sang pemburu Orion dan ia juga merupakan bintang terang ke-2 setelah Rigel di rasi tersebut.  Kamu bisa mengenalinya dengan mudah bahkan ketika dilihat dari kota yang penuh cahaya.

http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2011/01/Betelgeuse+VLT+250.jpg
Bintang maharaksasa Betelgeuse
yang dipotret oleh VLT milik ESO
pada panjang gelombang dekat infra merah.
Kredit : ESO / Perre Kervella

Nama Betelgeuse berasal dari bahasa arab yad al-Jawza yang artinya “tangan Jawza”. Jawza sendiri merupakan nama dari konstelasi Gemini.  Di abad pertengahan karakter pertamanya salah dibaca saat di alihbahasakan ke latin menjadi Bedalgeuze. Dan di masa renaisance, nama ini kemudian dikoreksi menjadi Betelgeuse.

Bintang yang satu ini masih terhitung muda jika dibandingkan dengan usia Matahari. Namun di kelasnya, ia sudah termasuk bintang tua yang tengah menjalani masa tua sebagai bintang maha raksasa merah.

Usianya hanya beberapa juta tahun namun kecerlangannya sangat besar, cahayanya 100.000 kali cahaya Matahari. Ukuran bintang ini juga raksasa mencapai hampir 1000 kali ukuran Matahari. Ukuran yang ekstrim untuk sebuah bintang yang hidupnya hanya sebentar.

Nah, jika Betelgeuse ditempatkan di pusat Tata Surya, maka Ia akan sangat besar karena ia diselubungi atmosfer 1000 kali Matahari sehingga ia akan mencapai Jupiter dan menelan Merkurius, Venus, Bumi, Mars dan asteroid di sabuk asteroid.

Massa bintang ini mencapai sekitar 20 kali massa Matahari. Bintang yang memiliki massa besar akan memiliki evolusi yang cepat, demikian juga Betelgeuse.

Dalam usianya yang hanya beberapa juta tahun, Betelgeuse saat ini sedang menghadapi masa tuanya sebagai bintang maha raksasa merah dan tak lama lagi akan mendekati akhir hidupnya yakni meledak sebagai supernova.

Betelgeuse ini juga dikenal sebagai bintang variabel, yakni bintang yang cahayanya berubah-ubah. Sebagai bintang maha raksasa merah, Betelgeuse yang berada pada jarak 640 tahun cahaya ini diketahui ada struktur serupa gelembung raksasa di permukaan bintang yang berdenyut.

Bintang Betelgeuse juga diketahui memiliki sejumlah besar materi yang terbuat dari berbagai molekul dan debu yang di daur ulang sebagai bahan bintang generasi berikutnya atau juga planet seperti Bumi. Fakta lainnya, bintang ini mulai mengerut dan mengalami kehilangan materi secara teratur yang setara dengan massa Bumi setiap tahunnya.

Suatu hari, ia akan mengakhiri masa hidupnya dan meledak sebagai supernova dalam beberapa juta tahun lagi. Pada saat itu terjadi, para pengamat di Bumi akan mendapat kesempatan untuk menikmati kecerlangannya yang terang bahkan di siang hari.

Dua Matahari dan Supernova yang mencapai Bumi

Nah, terkait berita yang datang bahwa kita akan melihat dua Matahari di penghujung tahun 2011 selama beberapa minggu dan Betelguese akan meledak dalam rentang sekarang.

Perlu diketahui Betelguese berada 640 tahun cahaya dari Bumi. Jarak yang luar biasa jauh yang artinya cahaya dari Betelgeuse butuh waktu 640 tahun untuk tiba di Bumi dan dilihat manusia. Jadi, perubahan yang terjadi di bintang tersebut sekarang tidak akan bisa kita ketahui hanya dalam hitungan detik.

Betelgeuse akan meledak itu benar. Tapi apakah di tahun 2012? Wah luar biasa. Tidak ada indikasi apapun tentang itu dan bahkan pemodelan dan pengamatan pun tidak akan bisa memprediksikan waktu setepat itu.

Yang pasti Betelgeuse tidak akan meledak dalam setahun dua tahun ini. Ia masih membutuhkan waktu jutaan tahun untuk mengakhiri masa tuanya dan meledak.

Dalam berita disebutkan juga supernova itu akan mencapai Bumi ketika bintang meledak. Dalam artikel awal sebelum dialihbahasakan disebut juga yang sampai ke Bumi adalah partikel-partikel nutrino. Hmm.. Lagi-lagi jarak menjadi masalah.

Betelgeuse berada 640 tahun cahaya yang artinya ia berada pada jarak 6.054.738.179.200.000 km atau kira-kira 6 bilyun km. Jarak ini terlalu jauh untuk bisa mengancam manusia.

Mengutip Phil Plait dari Bad Astronomy, “jika ada supernova yang bisa mengancam manusia dengan hujan partikel atau bahkan menggoreng manusia dengan cahayanya, maka ia harus berada pada jarak 25 tahun cahaya. Dan Betelguese berada 25 kali lebih jauh dari jarak itu.

Artinya lagi kekuatannya untuk bisa menyakiti manusia akan berkurang 600 kali. Pada jarak tersebut, ketika ia meledak jutaan tahun lagi. Betelgeuse memang akan tampak terang secerlang Bulan Purnama. Dan itu jelas sangat terang di malam hari dan menyilaukan mata.

Tapi yang pasti bintang ini tidak akan tampak terang seperti Matahari. Ia bahkan tak akan bisa mencapai 1/100.000 kecerlangan Matahari jika dilihat dari Bumi. Dan yang pasti ketika itu terjadi, manusia tidak akan terancam”.

Jadi, tidak akan ada supernova apapun di tahun 2012 yang bisa mengukuhkan teori kiamat 2012!

Sumber :

Sabtu, 23 Oktober 2010

Momen Menakjubkan!! Gerhana di Luar Angkasa, saat Bulan Lewat di depan Matahari

Momen Menakjubkan!! Gerhana di Luar Angkasa, saat Bulan Lewat di depan Matahari [FOTO]. Gerhana di ruang angkasa: Momen Menakjubkan tertangkap kamera NASA saat Bulan lewat di depan Matahari. Ini terlihat sedikit seperti seseorang telah sengaja mendapat jempol mereka tertangkap di depan lensa saat mereka mengambil gambar dari Matahari. Tapi ini citra luar biasa menunjukkan bulan saat melintas antara pesawat ruang angkasa dan matahari – menyebabkan sebagian gerhana.

Pertama kali bagi NASA SDO (Solar Dynamics Observatory), kamera menyaksikan Matahari dalam panjang gelombang cahaya ultraviolet ekstrim seperti Bulan gelap mulai lewat di depannya. Sulur plasma super-panas – yang dikenal sebagai solar flare – dapat dilihat menjangkau jauh ke angkasa. Plasma loop seperti ini bisa panas sampai 20 juta derajat Celsius terik. Loop plasma terang melesat keluar di paling kiri gambar adalah sekitar 860.000 mil.
Gambar-gambar ini tidak hanya bagus untuk dilihat, namun. Para ilmuwan yang memantau SDO mengatakan sebagian gerhana akan terbukti berguna bagi mereka dalam meningkatkan bagaimana peralatan bekerja. Karel Schrijver dari Lockheed-Martin Solar dan Astrofisika Lab berkata: “tepi sangat tajam dari anggota tubuh lunar memungkinkan kita untuk mengukur karakteristik di-orbit misalnya teleskop, difraksi cahaya pada optik dan jaringan pendukung saringan.
“Setelah ini ditandai, kita dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengoreksi data kami untuk efek instrumental dan mempertajam gambar untuk detail lebih banyak lagi.” SDO menyediakan lebih baik dari pandangan-HD kualitas Matahari di berbagai panjang gelombang dan telah bertanggung jawab atas beberapa gambar spektakuler surya suar yang telah muncul dalam beberapa bulan terakhir sebagai Matahari memulai periode kegiatan tinggi. SDO meluncur dari Cape Canaveral, Florida pada bulan Februari 2010 dan akan melakukan misi lima tahun dengan biaya £ 550million. Pesawat ruang angkasa, mengorbit 22.000 mil di atas bumi.



sumber :http://unik13.info/2010/10/momen-menakjubkan-gerhana-di-luar-angkasa-saat-bulan-lewat-di-depan-matahari-foto/

Foto-foto Pagi Hari di Mars yg begitu Memukau

waahh lumayan nih buat pengetahuan agan2 tentang indah nya keadaan alam yang indah yang ternyata terjadi di planet mars,,,ternyata eh ternyata bukan hanya bumi kita doank indah tetapi di luar angkasa sana jg banyak sekali yang indah indah 
 
Spoiler for woow:


Spoiler for woow:


Spoiler for woow:


Spoiler for woow:


Spoiler for woow:


Spoiler for woow:


Spoiler for woow:


Spoiler for woow:


Spoiler for woow:


Spoiler for woow:

  sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5648941

Kamis, 07 Oktober 2010

Satelit Hayabusa Bawa Bukti Kehidupan Alien

INILAH.COM, Jakarta- Agensi ruang angkasa Jepang mengungkapkan partikel mengandung kehidupan alien telah ditemukan di kapsul yang dibawa satelit Hayabusa.

Ilmuwan mengatakan bahwa mereka telah menemukan partikel kecil yang mungkin berisikan kehidupan dari luar bumi.

Analisis menggunakan mikroskop elektronik menemukan partikel dengan karakteristik berbeda dari pasir atau sampel butiran alumunium yang sebelumnya telah mereka kumpulkan.

Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) diharapkan akan segera memberikan detail lebih lanjut. Sebelumnya, agen penyelidik objek antariksa di Jepang ini telah mengidentifikasi partikel sangat kecil tersebut.

Ilmuwan berharap sampel ini akan membantu mengungkapkan rahasia unsur awal sistem tata surya.

Hayabusa kembali ke Bumi di Australia pada Juni lalu, setelah melakukan perjalanan sejauh 3 miliar mil yang membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun.

Hayabusa berarti elang dalam bahasa Jepang. Benda ini diluncurkan pada 2003 dan menjadi objek pertama yang mendarat di permukaan asteroid, serta berhasil mengumpulkan partikel dari batuan luar angkasa itu.

Meskipun sempat mengalami masalh teknis seperti giroskop yang rusak, dan kebocoran bahan bakar, Hayabusa dapat mencapai tujuannya.

JAXA saat ini sedang melakukan pemeriksaan panjang tabung Hayabusa bersama dengan peneliti NASA, lembaga ruang angkasa Amerika Serikat.

Juru bicara JAXA menolak memberikan komentar. Hasil final akan diumumkan beberapa bulan mendatang.[ito]

Sabtu, 02 Oktober 2010

Ada Sinyal Misterius dari Planet Kembaran Bumi, Apakah Alien?

VIVAnews --  Para ilmuwan baru-baru ini menemukan planet 'kembaran Bumi' yang berada di luar tata surya. Namanya, Planet Gliese 581g.  Nama lain yang kendengarannya lebih indah adalah 'Dunia Zarmina'. Penemuan itu merupakan hasil pengamatan selama 11 tahun oleh para ilmuwan dari berbagai negara.

Para ilmuwan itu tidak cuma menemukan Dunia Zarmina, tapi juga menemukan adanya sinyal misterius yang dipancarkan dari planet yang kemudian disebutkan sebagai planet kembaran bumi itu.

Adalah Dr Ragbir Bhathal, ilmuwan dari University of Western Sydney yang melihat sinyal aneh itu pada Desember 2008 -- jauh sebelum diumumkan bahwa ada planet yang bisa dihuni mahluk hidup di orbit bintang cebol, Gliese 581.

Bhathal yang adalah anggota organisasi SETI (search for extraterrestrial intelligence) -- organisasi yang bertujuan membuka kontak dengan kehidupan lain di luar Bumi -- sedang mengamati langit ketika ia menemukan sinyal 'mencurigakan' dari area galaksi di mana Gliese 581g bermukim.

Penemuan ini menguatkan  dugaan bahwa  Gliese 581g adalah planet paling mirip Bumi yang pernah ditemukan. Adakah kehidupan di sana?

Penemuan Bhathal hanya sebulan sebelum para astronom mengumumkan penemuan planet Gliese 581e yang kurang bisa dihuni (habitable) dibandingkan Gliese581g -- meski keduanya terletak di sekitar bintang yang sama yang jauhnya, sekitar 20 tahun cahaya.

"Kami menemukan sinyal yang tajam, seperti laser yang selama ini kita cari-cari. Itulah yang kami temukan, dan kami sangat bersemangat," kata Bhathal seperti dimuat situs Daily Mail, 1 Oktober 2010.

Berbulan-bulan setelah penemuannya, Bhathal yang punya reputasi sebagai 'pemburu alien dari Australia' menyapu langit untuk mencari sinyal kedua -- untuk mencari tahu apakah fenomena itu adalah nyata atau justru kesalahan instrumen. Sayang, pencariannya tak menghasilkan apapun.

Namun, penemuan planet mirip Bumi di sekitar Gliese 581 - baik 581e dan 581d, membuat imajinasi publik makin liar.

Pembuat film dokumenter, RDF dan situs jejaring sosial, Bebo menggunakan teleskop radio di Ukraina untuk mengirim sinar informasi terfokus -- berisi 500 pesan dari masyarakat dalam bentuk gelombang radio yang dirahkan ke Gliese 581.

Sementara, menteri keilmuwan Australia  saat itu mengorganisasi 20.000 pengguna Twitter untuk mengirim pesan ke bintang tetangga jauh Bumi di luar tata surya itu.

Dugaan bahwa benar ada kehidupan di seputar Gliese 581 saat ini dikuatkan oleh pendapat Dr Steven Vogt dari University of California, Santa Cruz. Ia mengaku 100 persen yakin ada kehidupan di planet itu.

Planet Gliese 581g berada di gugus bintang 'Zona Goldilocks' -- sebuah wilayah di angkasa yang kondisinya tak terlalu panas, juga tak terlali dingin bagi cairan yang membentuk laut, danau, maupun sungai.

Planet tersebut juga nampaknya memiliki selubung atmosfer, gravitasi seperti Bumi. Para ilmuwan berpendapat, jika benar, temuan ini adalah pendukung fakta bahwa alam semesta dipenuhi planet yang mirip dengan dunia manusia.

"Jumlah sistem yang diduga memiliki planet yang bisa dihuni mahluk hidup, mungkin sekitar 10 sampai 20 persen. Jika dikalikan dengan ratusan miliar bintang di Bima Sakti, ini jumlah yang besar."

Mungkin saja ada puluhan miliar sistem seperti ini di galaksi kita.

"Secara pribadi, mengingat kecenderungan kehidupan berkembang di mana pun, saya bisa mengatakan bahwa peluang bagi kehidupan di planet ini adalah 100 persen. Aku hampir tidak meragukannya," kata Vogt.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Blogger Templates