Social Icons

Pages


Tampilkan postingan dengan label Bangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangunan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Februari 2011

inilah SPBU paling unik di dunia

SPBU di Indonesia bisa dikenali karena warna dan desainnya yang hampir seragam, bahkan mungkin sama. Tak heran bila dari jauh saja kita sudah bisa mengenali keberadaan sebuah SPBU. Namun, di negara-negara lain, desain SPBU berbeda-beda. Bahkan termasuk desain yang tidak lazim digunakan. Berikut ini 5 SPBU dengan desain paling unik di dunia versi World Interesting Facts.


Tea Pot Gas Station


Dari namanya saja sudah unik, SPBU Teko Teh. SPBU ini berada di Yakima Valley, Washington DC, Amerika Serikat.

Welcome To the City Gas Station


SPBU ini merupakan batas wilayah Canyon Drive. Didirikan pada 1963 oleh pasangan Frey dan Chambers.

Recycled Materials Gas Station


Selain desainnya unik, bahan bangunan SPBU ini juga tidak lazim digunakan, yakni berbagai jenis hasil daur ulang.

LAX Airpot Roof Gas Stations


SPBU ini dibangun oleh Jack Colker di Beverly Hills, California. Bahannya adalah salah bagian bangunan bandara LAX yang sudah tidak dipergunakan lagi.

Futuristic Gas Station


Meskipun namanya berbau masa depan, namun SPBU yang dirancang oleh Arne Jacobsen di Kopenhagen, Denmark ini, justru dibangun pada tahun 1937.
Sumber:

Menakjubkan.....Masjid Jin, Saksi Keimanan Sekelompok Jin


Sekelompok Jin menyatakan keislamannya yang diterangkan dalam Alquran surah Jin ayat 1-2. "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin mendengarkan Alquran. Lalu, mereka berkata:

"Sesungguhnya, kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Karena itu, kami memercayainya dan kami tidak akan mempersekutukan Allah SWT dengan siapa pun juga."

Peristiwa ini terjadi saat Rasul SAW bersama para sahabat sedang melaksanakan shalat Subuh.
Ketika itu, Rasul SAW membaca surah Ar-Rahman [55] ayat 1-78. Dalam surah Ar-Rahman ini terdapat beberapa ayat yang berbunyi, "Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Ketika ayat ini dibacakan, para jin yang hadir saat itu langsung menjawabnya dengan kalimat, "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami tidak mendustakan nikmat-Mu sedikit pun. Segala puji hanya bagi-Mu yang telah memberikan nikmat lahir dan batin kepada kami."

Ibnu Mas'ud menyatakan bahwa ia ikut menyaksikan malam turunnya ayat Jin ini. Rasulullah SAW bersabda, "Aku didatangi juru dakwah dari kalangan jin. Lalu, kami pergi bersamanya, dan aku bacakan Alquran kepada mereka."

Peristiwa ini terjadi di sebuah masjid
Masjid ini terletak di kampung Ma'la, tak jauh dari pekuburan kaum Muslim di Kota Makkah. Dan kini, masjid itu dinamakan dengan Masjid al-Jin atau Masjid al-Bai'ah. Sebab, di tempat inilah para jin berbaiat atau menyatakan keislaman mereka kepada Rasulullah SAW untuk beriman kepada Allah SWT dan Kitab-Nya.

Awal Mula Cerita
Masjid ini menjadi monumen terpenting antara Rasulullah SAW dan para jin. Konon pada saat itu, para Jin berencana menuju Tihamah. Namun, mereka mendengar bacaan Alquran. Mereka sangat takjub mendengarnya, dan kemudian berdialog dengan Rasulullah SAW, lalu menyatakan keimanannya. Mereka kemudian menyampaikan hal itu kepada kaum jin. Penyampaian para jin yang berbaiat dengan Rasul SAW itu diabadikan dalam Alquran surah Al-Ahqaf [46]: 29-32.

Dalam Asbab an-Nuzul karya Jalaluddin as-Suyuthi disebutkan sebab-sebab diturunkannya surah Al-Ahqaf ayat 29-32. Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu Mas'ud. Ketika Rasulullah SAW sedang membaca ayat-ayat Alquran, ada beberapa jin (sejumlah riwayat menyebutkan jumlahnya ada sembilan jin dan sebagian lain menyebutkan tujuh jin) yang turut mendengarkan bacaan Alquran dari Rasulullah SAW. Kemudian, salah satu dari jin itu mengingatkan teman-temannya, "Diamlah, perhatikan bacaannya." Sesudah itu mereka kembali kepada kaumnya untuk mengingatkan mereka pada jalan yang benar.

Dalam kitab Ad-Durur al-Manshur disebutkan bahwa jumlah jin yang datang kepada Rasulullah SAW itu sebanyak tujuh jin. Sementara itu, menurut Ibnu Mas'ud sebagaimana dikutip Syekh Abdul Mun'im Ibrahim, dalam kitabnya Ma Qabla Khalqi Adam dan telah diterjemahkan dengan judul Adakah Makhluk Sebelum Adam? Menyingkap Misteri Awal Kehidupan, jumlah mereka sebanyak sembilan dan salah satu dari jin itu bernama Zauba'ah.

Responsif Dalam kitab Fath al-Bari bi syarh Shahih al-Bukhari bab Dzikru al-Jin disebutkan, pemimpin para jin itu bernama Wirdan. Para jin itu berasal dari Nasibain, yaitu sebuah daerah yang terletak di perbatasan antara Negara Irak dan Suriah, yaitu di dekat Mosul.

Menurut Abdullah ibnu Umar, ayat Alquran yang dibacakan Rasulullah SAW ketika itu adalah surah Ar-Rahman. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada bagiku selain golongan jin yang lebih baik dalam merespons surah Ar-Rahman daripada kalian."

Para sahabat bertanya, "Bagaimana bisa, ya Rasul?" Rasulullah menjawab, "Ketika aku membaca ayat `Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan,' para jin berkata, "Wahai Tuhan kami, tidak ada sedikit pun dari nikmat-Mu yang kami dustakan."

Dalam hadis ini, Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabatnya mengenai bagaimana mereka (golongan jin) menafakuri dan menadaburi (menelaah dan mencerna) ayat-ayat Allah SWT. Ketika ayat Alquran menanyakan sesuatu, para Jin itu dengan cepat merespons pertanyaan Allah.

Sementara itu, para sahabat masih terdiam dan terpaku mendengarkan ayat-ayat tersebut. Para jin lebih respek terhadap ayat yang banyak menggunakan kalimat istifham (pertanyaan) daripada manusia. Namun, diamnya para sahabat dalam merespons ayat Alquran ini masih lebih baik dibandingkan dengan orang - orang kafir Quraisy yang enggan mengimani dan meyakini kebenaran Alquran dan ajaran Islam.

Teguran Menurut Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Al-Qur'an, surah Jin dan Al-Ahqaf itu memberikan teguran kepada orang orang kafir Quraisy dan Arab di Makkah yang terlambat merespons keimanan.

Mengherankan, jin yang notabene bukan berasal dari golongan manusia lebih cepat dalam menerima dan merespons dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW daripada..........ORANG KAFIR
 

Jumat, 05 November 2010

STON, Tembok Raksasa Terpanjang Di Eropa




Selama ini jika kita mendengangar istilah tembok raksasa atau great wall, yang terbayang di benak kita adalah tembok raksasa di China. Tapi taukah kamu bahwa sebuah kota kecil di Kroasia telah menyimpan sebuah rahasia, sebuah tembok yang berusia ratusan tahun yang merupakan tembok raksasa yang terpanjang di Eropa dan merupakan terpanjang kedua di dunia. Tapi saat ini masih sedikit orang yang mendengar tentang Walls of Ston ini.

Ston merupakan salah satu tempat kunjungan wisata yang paling rendah di Eropa berdasarkan warisan sejarah. Tempat ini sedikit terisolasi, letaknya di Semenanjung Peljesac, terletak 60 km dari kota besar terdekat, Dubrovnik yang populasinya di bawah 50.000 jiwa. Tembok Ston ini membentuk segi lima yang tidak teratur dan diperlukan waktu sekitar 200 tahun untuk membangun tembok ini.

Ketika Tembok Ston ini dibangun, dimulai pada abad kelima belas, mereka dijaga sangat ketat. Terdapat 30 menara persegi dan sepuluh titik penjagaan di sepanjang tembok yang memiliki panjang 5 mil ini. Apakah yg mereka lindungi dengan fasilitas2 tersebut? Selain digunakan sebagai garis pertahanan pertama untuk kota Dubrovnik, Tembok Ston ini juga dibangun untuk melindungi komoditas kota yang sangat berharga, yaitu garam. Pada abad pertengahan daerah ini menjadi pusat untuk pertambangan garam yang berlanjut hingga hari ini.

Tembok Ston ini selain dirancang oleh ahli bangunan lokal yang bernama Zupan Bunic (1455) dan Paskoje Milicevic 1488-1506, juga dirancang oleh orang Italia yang bernama Bernardin pada tahun 1461 dan seorang Perancis, yang dikenal dengan nama Olivier antara 1472 dan 1478.


Sumber : http://ngehot.blogspot.com/2010/11/stontembok-raksasa-terpanjang-di-eropa.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Blogger Templates