Social Icons

Pages


Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Agustus 2011

Cara Mengatasi Kesulitan Dengan Sedekah

Sering sekali penulis melihat buku-buku tentang anjuran bersedekah dan mendengar ceramah-ceramah tentang bersedekah, kemudian melihat beberapa ayat Al-Quran tentang sedekah.

Berikut beberapa ayat tentang anjuran bersedekah :

Surat Ali Imran, ayat: 92, dan 180.


لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّـهَ بِهِ عَلِيمٌ ﴿٩٢﴾

 ''Engkau tak akan mendapatkan kebaikan apa pun hingga kalian menyedekahkan sebagian harta yang paling kalian cintai. Ketahuilah, apa pun yang kalian infakkan, Allah pasti mengetahuinya.''
(QS. Ali 'Imran: 92).


Surat AL-Imran , ayat 180 :

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّـهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَّهُم ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّـهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّـهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
﴿١٨٠  ﴾

 "Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahawa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi." (QS: Ali Imran: 180)

Dengan mengamat ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa :
- Dianjurkan untuk bersedekah agar kita mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT.
- Menjelaskan bahwa harta yang kita miliki bukanlah milik kita seutuhnya dan ada hak orang lain didalamnya.
- Dengan bersedekah melancarkan amal ibadah kita yang lainnya agar diterima Allah SWT.
- Dianjurkan menyedekahkan harta terbaik yang kita miliki.
- Menunjukkan kepada manusia, segala apa yang ada dilangit dan di bumi semuanya adalah milik Allah SWT, jadi manusia tidak boleh berbangga diri dari apa yang telah diusahakannya.


Kemudian beberapa hadist Rasulullah SAW tentang fadhilah bersedekah, antara lain:
 “Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad dijalan Allah dan ibarat orang yang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka”. (Hadis Riwayat: Imam Bukhari)

 "Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain”.  (Hadis Riwayat: Imam Ahmad)

 “ Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan Bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana”. (Hadis Riwayat: Imam Ath-Thabrani)

 “ Tiap muslim wajib Bersedekah. Para sahabat bertanya, "Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?" Nabi s.a.w. menjawab, "Bekerja dengan keterampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu Bersedekah." Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?" Nabi menjawab: "Menolong orang yang memerlukankan yang sedang teraniaya" Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi menjawab: "Menyuruh berbuat ma'ruf." Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi s.a.w. menjawab, "Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sedekah."  (Hadis Riwayat: Imam Bukhari dan Imam Muslim)

“ Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sedekahnya adalah seperti anjing yang makan kembali muntahannya”. (Hadis Riwayat: Imam Bukhari)

 " Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkam kedua rahangnya seraya berkata, "Aku hartamu, aku pusaka simpananmu." Kemudian nabi s.a.w. membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180: "Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahawa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi." (Hadis Riwayat: Imam Bukhari)



Jika diperhatikan dari hadist-hadist di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa :
- Orang yang bersedakah terhadap orang miskin dan janda-janda, diibaratkan seperti orang yang sedang berjihad dan Sholat malam.
 Jadi kalau mau jihad ndk perlu pakai bom segala, tapi dengan cara yang lebih baik dengan menolong orang lain dengan sedekah.

-  Jika mengalami kesulitan dan mempunyai hajat kita disuruh bersedekah, jadi bukan nunggu kaya baru bersedekah. Sedekah tidak sepenuhnya berbentuk harta atau uang, tapi bisa dengan jasa menolong orang lain sesuai keahlian yang dipunya.

- Tidak diperbolehkan mengambil kembali barang yang telah diberikan. Perumpaan jika kita mengambil barang atau uang yang telah kita berikan kepada orang lain seperti anjing yang makan muntahnnya kembali (hehehhehehe....jorok banget bukan???????????)

- Yang lebih penting yang harus diingat kita dianjurkan untuk berzakat, jadi Zakat adalah wajib dan sedekah adalah sunnah.

http://www.syahli.com/2011/05/cara-mengatasi-kesulitan-dengan-sedekah.html

Rabu, 02 Februari 2011

Menakjubkan.....Masjid Jin, Saksi Keimanan Sekelompok Jin


Sekelompok Jin menyatakan keislamannya yang diterangkan dalam Alquran surah Jin ayat 1-2. "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin mendengarkan Alquran. Lalu, mereka berkata:

"Sesungguhnya, kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Karena itu, kami memercayainya dan kami tidak akan mempersekutukan Allah SWT dengan siapa pun juga."

Peristiwa ini terjadi saat Rasul SAW bersama para sahabat sedang melaksanakan shalat Subuh.
Ketika itu, Rasul SAW membaca surah Ar-Rahman [55] ayat 1-78. Dalam surah Ar-Rahman ini terdapat beberapa ayat yang berbunyi, "Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Ketika ayat ini dibacakan, para jin yang hadir saat itu langsung menjawabnya dengan kalimat, "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami tidak mendustakan nikmat-Mu sedikit pun. Segala puji hanya bagi-Mu yang telah memberikan nikmat lahir dan batin kepada kami."

Ibnu Mas'ud menyatakan bahwa ia ikut menyaksikan malam turunnya ayat Jin ini. Rasulullah SAW bersabda, "Aku didatangi juru dakwah dari kalangan jin. Lalu, kami pergi bersamanya, dan aku bacakan Alquran kepada mereka."

Peristiwa ini terjadi di sebuah masjid
Masjid ini terletak di kampung Ma'la, tak jauh dari pekuburan kaum Muslim di Kota Makkah. Dan kini, masjid itu dinamakan dengan Masjid al-Jin atau Masjid al-Bai'ah. Sebab, di tempat inilah para jin berbaiat atau menyatakan keislaman mereka kepada Rasulullah SAW untuk beriman kepada Allah SWT dan Kitab-Nya.

Awal Mula Cerita
Masjid ini menjadi monumen terpenting antara Rasulullah SAW dan para jin. Konon pada saat itu, para Jin berencana menuju Tihamah. Namun, mereka mendengar bacaan Alquran. Mereka sangat takjub mendengarnya, dan kemudian berdialog dengan Rasulullah SAW, lalu menyatakan keimanannya. Mereka kemudian menyampaikan hal itu kepada kaum jin. Penyampaian para jin yang berbaiat dengan Rasul SAW itu diabadikan dalam Alquran surah Al-Ahqaf [46]: 29-32.

Dalam Asbab an-Nuzul karya Jalaluddin as-Suyuthi disebutkan sebab-sebab diturunkannya surah Al-Ahqaf ayat 29-32. Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu Mas'ud. Ketika Rasulullah SAW sedang membaca ayat-ayat Alquran, ada beberapa jin (sejumlah riwayat menyebutkan jumlahnya ada sembilan jin dan sebagian lain menyebutkan tujuh jin) yang turut mendengarkan bacaan Alquran dari Rasulullah SAW. Kemudian, salah satu dari jin itu mengingatkan teman-temannya, "Diamlah, perhatikan bacaannya." Sesudah itu mereka kembali kepada kaumnya untuk mengingatkan mereka pada jalan yang benar.

Dalam kitab Ad-Durur al-Manshur disebutkan bahwa jumlah jin yang datang kepada Rasulullah SAW itu sebanyak tujuh jin. Sementara itu, menurut Ibnu Mas'ud sebagaimana dikutip Syekh Abdul Mun'im Ibrahim, dalam kitabnya Ma Qabla Khalqi Adam dan telah diterjemahkan dengan judul Adakah Makhluk Sebelum Adam? Menyingkap Misteri Awal Kehidupan, jumlah mereka sebanyak sembilan dan salah satu dari jin itu bernama Zauba'ah.

Responsif Dalam kitab Fath al-Bari bi syarh Shahih al-Bukhari bab Dzikru al-Jin disebutkan, pemimpin para jin itu bernama Wirdan. Para jin itu berasal dari Nasibain, yaitu sebuah daerah yang terletak di perbatasan antara Negara Irak dan Suriah, yaitu di dekat Mosul.

Menurut Abdullah ibnu Umar, ayat Alquran yang dibacakan Rasulullah SAW ketika itu adalah surah Ar-Rahman. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada bagiku selain golongan jin yang lebih baik dalam merespons surah Ar-Rahman daripada kalian."

Para sahabat bertanya, "Bagaimana bisa, ya Rasul?" Rasulullah menjawab, "Ketika aku membaca ayat `Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan,' para jin berkata, "Wahai Tuhan kami, tidak ada sedikit pun dari nikmat-Mu yang kami dustakan."

Dalam hadis ini, Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabatnya mengenai bagaimana mereka (golongan jin) menafakuri dan menadaburi (menelaah dan mencerna) ayat-ayat Allah SWT. Ketika ayat Alquran menanyakan sesuatu, para Jin itu dengan cepat merespons pertanyaan Allah.

Sementara itu, para sahabat masih terdiam dan terpaku mendengarkan ayat-ayat tersebut. Para jin lebih respek terhadap ayat yang banyak menggunakan kalimat istifham (pertanyaan) daripada manusia. Namun, diamnya para sahabat dalam merespons ayat Alquran ini masih lebih baik dibandingkan dengan orang - orang kafir Quraisy yang enggan mengimani dan meyakini kebenaran Alquran dan ajaran Islam.

Teguran Menurut Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Al-Qur'an, surah Jin dan Al-Ahqaf itu memberikan teguran kepada orang orang kafir Quraisy dan Arab di Makkah yang terlambat merespons keimanan.

Mengherankan, jin yang notabene bukan berasal dari golongan manusia lebih cepat dalam menerima dan merespons dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW daripada..........ORANG KAFIR
 

Minggu, 21 November 2010

GOOGLE EARTH MEMBUKTIKAN KEBENARAN RASULULLAH SAW

Dalam hadith riwayat Attabarani, Rasulullah SAW perintah seorang sahabat supaya membangun sebuah masjid di taman bernama Bathan di daerah San'ayg terletak di negeri Yemen. Baginda mengarahkan supaya qiblat masjid itu menghadap ke puncak gunung Deyn yg terletak sekitar 30km dari San'aa.

14 abad kemudian, Google Earth membuktikan kebenaran Rasulullah SAW. Melalui rakaman satelit, dapat di lihat dengan jelas bagaimana qiblat masjid ini yang di perintahkan oleh Nabi SAW menghadap ke puncak gunung Deynn, apabila di lanjutkan, ia langsung mengarah ke tengah Kaaba di Baitullah Al Haram. Tiada manusia yg dapat mengetahui perkara ini tanpa bantuan alat2 canggih. Benar lah Muhammad SAW. SUBHAANALLAH!
 
sumber: http://www.freetaskatcampuss.co.cc/2010/10/google-earth-membuktikan-kebenaran.html

Sabtu, 13 November 2010

Foto-foto Jemaah Menunaikan Haji Tahun 1940an


Ada yg menaiki pesawat


Naik kapal laut


Check point Larangan untuk yang bukan islam


Wukuf di padang arafah


Mabit di mina


Melontar Jamrah


Bertahlul


Memilih kambing Dam dan Korban


Daging korban


Solat di luar Masjidil Haram


Kawasan luar Masjidil Haram


Jemaah sedang Tawaf


Solat


Wukuf di Arafah


Selesai Wukuf kena shisha dulu

Kamis, 04 November 2010

15 Perkara Penyebab Bencana Indonesia

Gempa bumi, tsunami, gunung meletus, bendungan jebol, jembatan ambruk dan masih banyak lagi bencana yang terjadi di sekitar kita. Secara umum kita menyebutnya bencana alam, tapi apakah hanya sampai disana cara berfikir kita? Tentu tidak, dalam hati kita bertanya-tanya, kenapa, ada apa dan lain sebagainya pertanyaan dalam benak kita tentang kejadian alam atau bencana yang akhir-akhir ini terjadi di negara tercinta Indonesia ini, bahkan hampir di semua permukaan bumi ini. Para ilmuwan sering berdalih bahwa bumi ini sudah tua, bahwa ini gejala alam biasa yang terjadi setiap sekian tahun, bahwa ini adalah hal yang tak terduga, dan masih banyak lagi "bahwa-bahwa yang lain". Ada akibat pasti ada sebab, akibatnya terasa oleh manusia, jelas sebabnya juga berasal dari manusia. "Tidak ada suatu perkara yang terjadi kecuali berasal dari diri kita sendiri" begitulah orang bijak menyampaikan. Bahkan Rosululloh SAW pernah mengingatkan umatnya tentang hal ini. Rasulullah SAW bersabda : "Bila umatku sudah melaksanakan 15 perkara maka bencana sudah pasti terjadi, yaitu:
  1. Bila barang negara sudah diakui/dimiliki oleh orang-orang tertentu;
  2. Barang amanat jadi Ganimah (temuan);
  3. Mengeluarkan zakat dianggap musibah bagi sikaya;
  4. Suami sudah tunduk patuh terhadap istrinya untuk mengerjakan sesuatu yang keluar dari syariat (ajaran islam);
  5. Anak menyakiti kedua orang tuanya sementara kepada temannya berlaku baik;
  6. Terjadi permusuhan caci mencaci antara jamaah mesjid karena perbedaan masalah/pendapat yang bukan prinsip yang mereka pegang;
  7. Diantara yang menjadi memimpin umat baik yang memimpin masyarakat atau agama bukan dari keturunan yang baik-baik;
  8. Seseorang memuliakan seseorang karena takut kejelekannya bukan karena wibawa atau karena akhlak dan ilmunya;
  9. Orang mabuk dan maksiat sudah terlihat dimana-mana;
  10. Seorang pria sudah senang memakai pakaian yang biasanya dipakai wanita;
  11. Kedua orang tua diperlakukan seperti pembantu di dalam rumah tangga;
  12. Sarana untuk maksiat tersebar dimana-mana, seperti bar, kasino, diskotik dan warung remang-remang;
  13. Dancing, dugem dan hiburan yang berbau pornografi dan pornoaksi sudah dianggap kesenian belaka bahkan hiburan yang baik;
  14. Bila umat akhir zaman sekarang ini sudah mencaci maki dan tidak menghiraukan pendapat-pendapat mereka (para ulama);
  15. Bila umat akhir zaman semuanya sudah ingin berlomba-lomba menjadi seorang selebritis/penyanyi yang terkenal;
Semua ini mengundang bencana, bila itu sudah terjadi/dilaksanakan oleh penduduk di dunia akan terjadi gempa bumi besar-besaran dan amblasnya suatu tempat/perkampungan ditelan bumi dan datangnya bencana tersebut rajfatan di tengah malam ketika manusia terlelap dalam tidur".
Saatnya kita mengevaluasi diri kita sendiri, keluarga, lingkungan di sekitar kita, jika 15 perkara tadi sudah jelas didepan mata kita, selayaknya kita sebagai muslim saling mengingatkan dan memperbaiki. Jangan dulu berfikir bagaimana mengubah keadaan dunia, atau mengubah keadaan negara, atau mengubah keadaan masyarakat, atau mengubah keadaan keluarga, tapi mulailah mengubah diri kita sendiri kembali kejalan yang sesuai dengan syariat Islam.
Ingat firman Allah SWT dalam surah Ar-Ruum ayat 41 :
Artinya :”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).
Mudah-mudahan keselamatan dan kedamaian terwujud setelah kita mengusir 15 perkara diatas. Insya Allah...
Sebarkan, copy paste, re-publish bagi siapa saja yang membaca artikel ini, sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk saling mengingatkan ke jalan yang benar sesuai dengan syariat Islam.

Rabu, 03 November 2010

Meningkatkan Kepercayaan pada Diri Sendiri

Dalam keheningan tengah malam ini tanpa siapapun berada disekitarku (pantes sudah jam 0:57 Pagi, jadi inget temen nan jauh disana "ayonah telepon!") ditemani musik Chiptune berjudul Dozen menggiring otakku merenungkan sesuatu hal. Self Improvement (ini nulisnya bener apa salah?) begitulah otakku bekerja untuk mencernanya. (Mohon tidak melanjutkan membaca jika tidak ingin terbawa stress)...
Manusia seyogyanya menyadari bahwa rasa percaya pada diri sendiri sebaiknya tumbuh secara wajar dalam diri pribadi tanpa paksaan. Upaya kompensasi dari suatu kelemahan dengan suatu kelebihan lain, akan lebih berhasil jika terlebih dahulu menerima segala kelemahan dan kekurangan pada diri sendiri apa adanya. Dengan sikap demikian itulah, manusia akan mampu meletakan dasar-dasar bagi kepercayaan diri sendiri yang benar-benar sehat dan dapat dipertanggungjawabkan dalam lingkungan pergaulan.
Beberapa hal yang mudah-mudahan bisa membantu untuk mengatasi perasaan rendah diri pada diri manusia, diantaranya ;

1). Mencari dan menganalisa sumber munculnya rasa rendah diri
Menganalisa sumber munculnya rasa rendah diri harus dilakukan, mengapa kita sampai/mudah dihinggapi rasa rendah diri. Hal ini akan membantu kita mengetahui dan menemukan sumber serta sebab-sebabnya sehingga memungkinkan kita untuk dapat merencanakan penanggulangannya.

2). Harus memiliki kemauan dan tekad yang kuat sebagai dorongan keberhasilan
Tanpa kemauan yang kuat untuk berusaha, maka kelemahan dan kekurangan akan kekal abadi pada kehidupan kita, tidak mungkin akan berubah dengan sendirinya kearah yang lebih baik. Memandang kemauan sebagai suatu keberhasilan yang sesungguhnya harusnya terpatri dan terintegrasi dalam kehidupan kita.

3). Menggali lebih dalam bakat yang terpendam
Bukan rahasia bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan sempurna daripada makhluk lain oleh Allah SWT, tetapi bukan berarti kita sempurna mutlak. Kita harus menyadari bahwa tidak ada manusia yang benar-benar sempurna, tapi janganlah menjadi suatu alasan kita menyesali keadaan dan tidak berupaya mengembangkan bakat lain yang mungkin masih terpendam dalam diri? Dengan cara mengembangkan bakat pengganti itulah kita akan dapat mengkompensasikan kelemahan-kelemahan yang pada dasarnya tidak begitu penting.

4). Hargailah suatu keberhasilan dan berbahagialah atas suatu sukses
Seberapapun kecilnya suatu keberhasilan, ia tetap merupakan hasil jerih payah yang patut kita hargai dan banggakan. Kebanggaan inilah yang akan menjadi motivasi (dorongan) untuk berusaha lebih keras dalam mengatasi kekurangan dan kelemahan.

5). Menghindari keterikatan (terpaku) dengan pendapat orang lain
Penilaian terhadap diri sendiri atas suatu keberhasilan adalah lebih penting untuk kesadaran diri kita daripada mendengar pendapat orang lain. Untuk itu, jauhkan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hati nurani atau keyakinan diri sendiri. Dengan berpandangan seperti ini maka kita akan merasa merdeka tanpa pengaruh opini (pendapat) orang lain yang belum tentu kebenarannya dan sangat tidak menguntungkan diri kita sendiri.

6). Jauhkan rasa kecewa dan putus asa karena ketidakpuasan
Jika berbagai upaya-upaya yang kita lakukan tidak membuahkan kepuasan, baik lahir maupun batin, cobalah untuk mengalihkan perhatian pada bakat-bakat lain melalui cara yang kita sukai, misal melalui hobby. Dengan cara seperti ini kita akan mengkompensasikan kekecewaan serta mampu menjaga diri dari ketidakyakinan atas kemampuan pada diri sendiri.

7). Menumbuhkan rasa optimis dalam menghadapi kesulitan
Janganlah kita menjadi orang yang mudah pesimis (berkecil hati) atas sesuatu hal yang kita anggap sulit dan berat. Belajarlah dan tidak bosan untuk mencoba melaksanakan tekad dan kemampuan yang seoptimal mungkin. Jika dalam menghadapi sesuatu tugas atau tanggung jawab terlebih dahulu dibayang-bayangi oleh perasaan cemas dan khawatir, maka dimasa yang akan datang kita akan ragu dengan kemampuan diri sendiri. Akibat fatalnya, tugas seringan apapun akan gagal jika kita melaksanakannya dengan penuh rasa cemas dan ragu.

8). Hadapilah kenyataan sebagaimana mestinya
(Hmmmmm apa ya keterangannya? Mulai ngantuk...) Dalam hal ini hindarilah cita-cita (harapan) yang tidak sesuai dengan potensi diri (bakat) dan kemampuan yang kita miliki. Sebab, semakin tinggi cita-cita semakin sulit kita menggapainya yang lebih parah justru kita "terjatuh" sebelum sampai ketujuan. Akibatnya cita-cita itu hanya akan menjadi tuntutan atau beban hidup. Orang tua bilang "Sepahit-pahit kenyataan yang ada, akan lebih baik dari pada hanya mimpi-mimpi yang indah belaka".

9). Jangan selalu memandang "keatas" dalam melangkah
Jangan pernah kita membanding-bandingkan diri kita sendiri dengan orang lain, hal ini mencegah kemungkinan kita akan merasa kecewa pada diri kita sendiri. Padahal sikap demikian itu merupakan sikap yang tidak menguntungkan bagi penghargaan atas nilai diri kita sendiri.(Mata sudah mulai sulit dibuka...ZZZ???!!!###@@@%%%$$$&&&)

10). Hindarilah anggapan keliru
Contoh anggapan keliru, "Jika orang lain mampu mengerjakan sesuatu dengan hasil baik, kenapa aku tidak bisa melakukan hal tersebut dengan sama baik pula?". Jelas, bahwa manusia tak seorang pun mempunyai kemampuan yang sama persis dalam bidang yang sejenis."Kullu Syai'in Maziyyah" - setiap sesuatu itu mempunyai kelebihan.
Mudah-mudahan artikel ini merupakan salah satu jalan untuk mempertebal keimanan dan ketaqwaan dengan senantiasa berusaha (ikhtiar), lebih meningkatkan rasa percaya diri kita, karena jelaslah adanya hanya Allah SWT semata yang Maha Sempurna yang akan selalu menyertai hamba-Nya yang taat. Amin...
(Poin 10 siapa yang ngetik ya? perasaan poin 9 saja aku sudah mimpi...)

Jumat, 22 Oktober 2010

Galeri Foto Kebesaran Allah SWT

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa
sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" [QS. Al- Fushshilat]


Tidak semua peristiwa alam dapat dijelaskan dengan akal. Dalam koleksi ini disajikan keajaiban alam. Koleksi ini dikumpulkan sedikit demi sedikit dari internet. Jika anda merasa dapat memberikan tambahan keterangan pada koleksi di bawah ini, silahkan beri komentar anda !. Mohon bersabar apabila agak lambat, karena fotonya ditampilkan semuanya.. :)



LEBAH YANG MENULIS "ALLAHU"
(Those who are familiar with Arabic will easily be able to identify what this beehive spells - "Allahu")


Akan terlihat dengan jelas lafal "Allah" pada batu permata tersebut bila disinari dengan cahaya


Mawar Merah di Angkasa
"Selain itu (sungguh ngeri) ketika langit pecah belah lalu menjadilah ia mawar merah, berkilat seperti minyak"
(Ar-Rahman: 37)
Gambar di atas adalah gambar ledakan bintang di angkasa yang diperoleh NASA dengan Teleskop yang sangat canggih.
Kejadian tersebut membuktikan kebenaran Al-Quran yang diturunkan 14 abad yang lalu pada surah Ar-Rahman di atas





POHON YANG SEDANG RUKU
This is a recently discovered phenomenon in a forest near Sidney. As you can see, the bottom half of the tree trunk is bowed in such a way that it resembles a person in a posture of Islamic prayer - the 'ruku'. Looking closer you can see the 'hands' resting on the knees. the most amazing thing is that the 'man' is directly facing the Kaaba, Mecca which is the direction Muslims all over the world face when in prayer.

Sesungguhnya ALLAH Maha berkuasa dan dapat menjadikan apa saja yang pernah ataupun tidak pernah terfikir oleh manusia.Ini merupakan keajaiban alam ciptaan ALLAH.


THE FISH TESTIFIES THE PROPHET (S.A.W)
The story of the fish began when Mr. Goerge Wehbi, a Christian Lebanese, was practicing his fishing hobby, in Dakar Senegal (the Capital of West Africa). He caught many fish. When the went home his wife saw among them a strange fish about 50cm length, with some arabic writing on it. He took it to Sheikh al-Zein, who read clearly what was writen in a natural way. That could not be done by a human being, but rather a Godly Creation which the fish was born with. He read "God's Servant" on its belly and "Muhammad" near its head, and "His Messenger" on its tail

LAA ILAA HA ILLALLAH WRITEN IN BRANCHESOne brother on Germany wrote and sent this photo. "The branches clearly say in Arabic that-
There is no god but Allah. This is said to be a scene on a piece of cultivated farmland in Germany. Many Germans have been said to have embraced Islam upon seeing this miraculous sight and that the German government put steel fences around the part of the farm to prevent people from visiting and witnessing this miraculous site"

Lapadz "Alloh" yang terbentuk di telingan seorang bayi
Awan yang membentuk Lapadz "Alloh", kejadian ini diabadikan oleh seseorang di Mekkah
MEKKAH BERKILAU --Ini adalah hasil pencitraan dari IKONOS Satelite milik Space Imaging Inc, AS. Masjidil Haram yang 'diintai' oleh AS pada 31 Oktober 1999 itu menampilkan fenomena menakjubkan. Terlihat di gambar hanya bagian Masjidil Haram saja yang berkilau sementara bangunan di sekitarnya tampak lebih gelap. Subhanallah. (NASA Astronomy Picture of The Day) (sumber : http://www.spaceimaging.com/gallery/ioweek/archive/01-12-09/index.htm)

MOSQUE STILL STANDS AFTER EARTQUAKE IN TURKEYA mosque still stands amidst the rubble of collapsed buildings in this aerial view of a neigborhood in the western Turkish town of Golcuk, 60 miles east of Istanbul, August 19, 1999. The death toll from western Turkey's worst recorded eartquake surpassed 6,000, as hope waned of finding any of the thousands still missing under the mountains of rubble.



Menurut pemiliknya kalau dilihat dari dekat Gambar di atas
menunjukkan kalimah "Lailahaillah" terbentuk pada seekor ikan

sumber asli bisa dilihat di sini




sumber :http://jelajahunik.blogspot.com/2010/10/koleksi-photo-kebesaran-allah-swt.html

Minggu, 17 Oktober 2010

Musaid Jamil Hole Asal Ambon Sudah 25 Kali Haji

Pemuda asal Ambon, Musaid Jamil Hole (31) yang tinggal di Makkah, Arab Saudi sejak berusia 6 tahun telah membantu pelaksanaan ibadah haji bagi jamaah Indonesia 10 tahun dan dia pun 25 kali melaksanakan ibadah haji.

Musaid sebagai salah seorang "mukmin" orang yang menetap di Arab Saudi bisa membantu pelaksanaan ibadah haji selama 10 tahun melalui statusnya sebagai tenaga musiman (Temus) yang direkrut oleh Kantor Urusan Haji Indonesia di Arab Saudi, katanya kepada Antara akhir pekan ini.

Sebagai temus, Musaid yang telah 25 kali berturut-turut menunai ibadah haji itu, bertugas menjadi supir.

Selain itu, Muhammad Fiqri, asal Kecamatan Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) yang dijumpai di sekitar kompleks Masjidil Haram, Makkah, Sabtu lalu, mengatakan dia telah bermukim dua tahun di kota suci itu dan hidup tanpa bermodal uang cukup.

Muhammad Fiqri, bekerja serabutan dan telah menjadi haji, dan bahkan telah menjadi pemandu (guide) bagi jamaah haji Malaysia.

Penghasilan dari memandu jamaah haji Malaysia itu berkisar 1.500 real atau sekitar Rp 3,5 juta.

Di luar musim haji, ia bersama puluhan mukmin Indonesia lainnya, mengerjakan apa saja yang menghasilkan uang untuk bertahan tinggal di Tanah Suci ini.

Jumat, 15 Oktober 2010

Tempat Pertemuan Manusia Paling Bersejarah di Muka Bumi

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh Allah dari Syurga akibat keengganannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan hasad dengki terhadap Adam yang menjadi penyebab sehinggakan dia dikutuk dan dilaknat selama-lamanya serta tersingkir dari singgahsana kebesarannya. Iblis mula menunjukkan rancangan untuk menyesatkan Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Dia menyatakan kepada mereka bahawa dia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka. Pelbagai cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa dia betul-betul jujur dalam nasihat dan memberi petunjuk kepada mereka. Dia membisikkan kepada mereka bahawa larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjukkan itu adalah kerana dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal. Diulang-ulangi lpujukkan itu dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang itu dan indah nian bentuk buahnya serta lazat rasanya. Akhirnya termakanlah pujuk rayu yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan melanggari larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud:
"Tidakkah Aku mencegah kamu daripada mendekati pohon itu dan memakan buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah mereka bahawa mereka telah melanggari perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan serta dosa besar. Maka mereka menyesal dan berkatalah mereka:
"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiayai diri kami sendiri dan telah melanggari perintah-Mu kerana terikut pujukan Iblis. Ampunilah dosa kami kerana nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."
Adam dan Hawa diturunkan ke Bumi
Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampunkan perbuatan yang mereka telah lakukan. Hal ini demikian telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian mereka terhadap peringatan Tuhan mengenai Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa pujukan dan rayunya yang manis namun beracun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar tidak mengulangi pelanggaran yang telah dilakukan serta menimbulkan murka seta teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan pujukan Iblis yang dilaknat itu. Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar kerana perbuatan mereka melanggar perintah Allah, hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya. 

Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk diterokaiya, akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu. Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebahagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disana sampai waktu yang telah ditentukan."

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat serta tabiat mereka yang berbeza-beza serta warna kulit dan kecerdasan otaknya. 

Umat manusia akan hidup berkelompok dan menjadi suku-suku serta bangsa-bangsa yang mana selah satu akan menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh, aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga Allah mengutuskan nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya untuk memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus dan penuh damai , kasih sayang di antara sesama manusia untuk menuju jalan yang diredhai-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Adapun diriwayatkan bahawa Nabi Adam diturunkan di atas sebuah gunung di Sri Lanka yang pada masa ini digelar Puncak Adam (Adam’s Peak). Di puncak ini dikatakan tempat Nabi Adam menjejakkan kakinya selepas diturunkan dari syurga. Tempat ini bukan saja dianggap istimewa oleh orang Islam tetapi juga menjadi tempat suci bagi penganut Buddha, Hindu dan Christian.
Hawa pula dikatakan diturunkan di tempat yang sekarang digelar Jeddah, Arab Saudi. Jeddah berasal dari perkataan arab yang bermaksud ‘nenek’. Oleh kerana Hawa adalah ibu pertama semua manusia, maka tempatnya dinamakan Jeddah sempena beliau.
Diriwatkan juga Nabi Adam dan isterinya Hawa mengambil masa 40 tahun untuk bertemu kembali setelah diturunkan ke bumi. Tempat pertemuan mereka adalah di Jabal Rahmah di Padang Arafah. Disinilah bertahun-tahun mereka memohon ampun daripada Allah. Wukuf di padang Arafah merupakan salah satu rukun Haji, bagi mengingati kembali peristiwa Adam dan Hawa.
mainpix1Puncak Adam (Adam’s Peak) Sri Lanka
mainpix2Bekas tapak kaki yang dikatakan milik Nabi Adam
OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Jabal Rahmah di Padang Arafah, diriwayatkan tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah 40 tahun terpisah  
Wallahua’lam
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Blogger Templates