Social Icons

Pages


Selasa, 11 Desember 2012

Cara Menurunkan Berat Badan yang Banyak Risikonya

img
(Foto: thinkstock)
Berbagai cara dilakukan orang untuk menurunkan berat badannya. Tapi kadang cara yang dilakukan terbilang ekstrem dan langka, serta menimbulkan banyak risiko bagi kesehatannya.

Operasi yang populer untuk menurunkan berat badan adalah gastric by-pass, tapi ada prosedur lain lagi yang memang terbilang langka yaitu duodenal switch. Prosedur ini bisa menurunkan berat badan lebih banyak tapi memiliki risiko jangka panjang yang lebih besar.

Studi yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine melibatkan 60 pasien obesitas yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok gastric by-pass dan kelompok duodenal switch.

Setelah 2 tahun, pasien yang melakukan duodenal switch mengalami penurunan berat badan 25 kg lebih banyak dibanding kelompok gastric by-pass. Tapi prosedur ini juga meningkatkan 2 kali lipat risiko komplikasi seperti sakit perut, muntah, diare, kerusakan pada usus dan malnutrisi.

Teknik duodenal switch bukanlah prosedur yang populer. Teknik ini umumnya digunakan untuk pasien 'super obesitas' dengan nilai indeks massa tubuhnya 50 atau lebih tinggi. Tapi harus dilakukan oleh ahli bedah dan sangat hati-hati.

"Prosedur ini dikaitkan dengan efek samping yang lebih banyak, serta diperlukan follow up yang lebih intensif setelah melakukan teknik tersebut," ujar Dr Torgeir T Sovik dari Oslo University di Norwegia, seperti dikutip dari Reuter.

Hal senada juga diungkapkan Dr Edward H Livingston, profesor dan ahli bedah dari University of Texas Southwestern Medical Center. Ia menuturkan operasi ini harus dihilangkan karena meningkatkan risiko terkena diabetes, kadar kolesterol tinggi, gangguan tidur sleep apnea dan radang sendi lutut.

"Jika orang berpikir dengan menurunkan berat badan berlebih bisa mencapai sesuatu, maka jawabannya adalah salah karena ini bukanlah operasi yang baik. Serta bisa mengganggu penyerapan nutrisi dan kalori dalam tubuh," ujar Dr Livingston.

Pada beberapa kasus bisa mengakibatkan kekurangan gizi jangka panjang yang membuat seseorang harus mengonsumsi suplemen dan memantau pola makannya secara hati-hati setelah operasi seumur hidupnya.

Untuk itu seseorang harus sangat berhati-hati sebelum menentukan teknik apa yang akan digunakannya dalam membantu menurunkan berat badan berlebih, terutama melihat efek samping dan manfaat apa yang bisa didapatkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Blogger Templates